TribunManado/

Putusan Hukum Sudah Inkrah, PT MMP Enggan 'Angkat Kaki' dari Pulau Bangka Minut

"Masih ada orang di lokasi, beberapa hari lalu kabarnya ada orang China datang," ujar Nelayan Pulau Bangka.

Putusan Hukum Sudah Inkrah, PT MMP Enggan 'Angkat Kaki' dari Pulau Bangka Minut
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Aktivitas perusahaan tambang PT Mikgro Metal Perdana di Pulau Bangka Likupang Timur-Minahasa Utara. Pasca putusan hukum inkrah dari MA, perusahaan ini masih enggan 'angkat kaki' dari pulau dengan pesona alam dan bawah laut menawan ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LIKUPANG - Warga Desa Kahuku, Pulau Bangka, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sudah memenangkan gugatan atas operasi pertambangan bijih besi di Pulau Bangka.

Sudah ada putusan hukum berkekuatan tetap (inkrah), namun masyarakatnya masih dilanda kecemasan PT Mikgro Metal Perdana (MMP) sewaktu-waktu kembali beroperasi. Ini karena perusahaan belum juga 'angkat kaki' dari Pulau Bangka.

Pantauan Tribun Manado, Rabu (12/7), tak terlihat ada operasi pertambangan biji besi. Hanya alat-alat dan infrastruktur tambang masih utuh berdiri di lokasi.

Ada penjaga terlihat berjaga di pintu masuk dekat pesisir pantai Pulau Bangka. Mereka tetap waspada, mengamati perahu yang melintas di perairan.

Peter Sonderek (73), Warga Desa Kahuku mengatakan, hatinya benar-benar bisa lega jika perusahaan memang sudah keluar dari Pulau.

Persoalannya alat dan mesin pertambangan masih ada di lokasi. Selain itu, masih ada pekerja yang menjaga infrastruktur perusahaan. Belakangan muncul kabar kedatangan tiga orang China masuk kembali ke Pulau Bangka.

"Masih ada orang di lokasi, beberapa hari lalu kabarnya ada orang China datang," ujar Nelayan Pulau Bangka ini, kemarin.

Tak heran warga pun masih was-was karena muncul isu-isu. Entah benar atau tidak, tapi sudah menyebar di kalangan warga Desa."Isunya mau mulai (operasi) lagi. Lalu katanya ada menteri mau datang ke lokasi," katanya Opa Peter.

Hukumtua Kahuku, Imanuel Tinungki mengungkapkan, kekhawatiran warga tambang kembali beroperasi memang beralasan.

Ketika dulu tambang sedang aktif-aktifnya beroperasi, situasi kampung menjadi tidak kondusif. Terjadi perpecahan antar warga ada pro ada kontra. Bahkan perpecahan antarkeluarga.

Halaman
123
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help