TribunManado/

Jata Raskin tak Layak Konsumsi, Warga Mengeluh Pada Sangadi

Sejumlah warga penerima bantuan beras miskin di Bolaang Mongondow mengeluh. Sebab beras yang diterima kurang bagus dan kurang layak konsumsi.

Jata Raskin tak Layak Konsumsi, Warga Mengeluh Pada Sangadi
TRIBUN LAMPUNG
Raskin. Foto Ilustrasi.

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK -

Sejumlah warga penerima bantuan beras miskin di Bolaang Mongondow mengeluh. Sebab beras yang diterima kurang bagus dan kurang layak konsumsi.

Warga yang menerima ini pun melaporkan hal ini kepala para sangadi. Sejumlah sangadi pun menyampaikan laporan ini ke Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, dalam hal ini Bagian Administrasi Pembangunan dan Perekonomian.

Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana Fadly Mokodongan mengakui buruknya kualitas beras miskin bagi masyarakat Bolmong beberapa waktu belakangan ini. Sudah menghitam dan berubah menjadi tepung.

"Kami mengonfirmasi dari bulog soal masalah ini, katanya karena sudah lama tersimpan di gudang. Tapi yang mendapat beras jelek ini langsung menukar beras tersebut," ujarnya Kamis (13/7).

Bulog beralasan, lamanya petunjuk teknis dari pusat membuat penyaluran terhambat. Setelah juknis keluar, baru ada penyaluran ke beberapa daerah, termasuk Bolmong.

"Namun kami sudah upayakan agar Bolmong tak lagi mendapat beras berkualitas rendah. Sayang juga masyarakat penerima bantuan ini," tuturnya.

Sesuai aturan beras per kilogram Rp 1.600. Setiap keluarga penerima hanya boleh mendapat 15 kilogram per bulan. Harga ini tak boleh lebih. Jika pun lebih, harus ada kesepakatan.

"Kesepakatan warga dan perangkat desa. Misalnya kelebihannya karena biaya angkutan. Kan bantuan ini hanya sampai di kantor desa. Selebihkan itu tak ada biaya. Nanti dari situ mereka bersepakat," ujar Kepala Bagian, Syafrudin Mashanafi.

Penjualan raskin yang tal sesuai ada sanskinya. Pemerintah bekerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan dalam mengawal penyalurah raskin ini. Sebelumnya Polda Sulut sempat turun ke Desa Tuyat memeriksa raskin ini.

"Ya jadi warga berhak melaporkan jika ada pengelola raskin yang menjual raskin melebihi harga seharusnya, tanpa ada persetujuan. Sanski hukum bisa menjerat oknumnya," ujarnya.

Jatah beras miskin Bolmong tahun 2017 ini berkurang 1.892 keluarga. Dari 18.919 keluarga pada tahun 2016, dengan realisasi 283.785 kilogtam per bulan dan 3.405.402 kilogram per tahun.

Menjadi 17.027 keluarga pada tahun 2017 ini dengan realisasi 255.405 per bulan dan 3.064.860 per tahun. Itu artinya Bolmong mengalami peningkatan kesejahteraan.

"Kita bersyukur jatah raskin dari Bulog berkurang. Itu berarti rumah tangga miskin sudah berkurang. Tahun depan kita target berkurang lagi, begitu seterusnya," ujar Mashanafi. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help