TribunManado/

ASN di Bolmong Salah Tingkah Saat Ditanya Hal Ini

Sejumlah Aparatur Sipil Negara di Kantor Bupati Bolaang Mongondow tampak asik merokok di lobi. Aktivitas ini terlihat sejak Kamis (13/7)

ASN di Bolmong Salah Tingkah Saat Ditanya Hal Ini
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi dilarang merokok

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Sejumlah Aparatur Sipil Negara di Kantor Bupati Bolaang Mongondow tampak asik merokok di lobi. Aktivitas ini terlihat sejak Kamis (13/7) pagi hingga sorenya.

ASN yang semuanya pria, berbagai usia ini tampak santai merokok. Mereka sesekali bercengkeramah dengan ASN lainnya yang tak merokok. Hampir tiap sudut kantor bupati berasap.

Salah seorang ASN muda mengaku tak bisa menahan tak merokok dalam sehari. ASN ini tampak salah tingkah ketika ditanya soal larangan merokok di kawasan perkantoran. Oh iya ya," ujarnya sembari mematikan rokoknya.

Padahal sehari sebelumnya pada Rabu (12/7), Bolaang Mongondow baru saja mendapat Penghargaan Paramesti dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan ini karena Bolmong termasuk dalam 15 kabupaten kota di Indonesia yang berupaya mengendalikan tembakau lewat peraturan bupati.

Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow menerima penghargaan yang diberikan langsung Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, H Muhammad Subuh MPMM kepada bupati di Aula Convention Centre Hotel Alana, Jogjakarta.

Peraturan Bupati Kawasan Tanpa Rokok ini mengatur soal larangab merokok di sembarang tempat. Terutama di tempat umum seperti sekolah, kantor, rumah sakit, tempat ibadah dan tempat umum lainnya.

"Di luar tempat itu, warga bebas merokok. Karena kalau melarang di semua tempat, rasanya belum mungkin," ujar Erni Mokoginta, Kepala Bagian Hukum Pemkab Bolmong.

Dinas Kesehatan sebagai penyelenggara perbup ini mengaku telah menyosoalisasikan perbup ini meski baru secara lisan. Sebab perbup ini baru akan disahkan oleh bupati lewat tanda tangan.

Namun Kepala Dinas Julin Papuling mengatakan meski belum sosialisasi secara resmi, namun bupati sudah menegaskan sebelumnya bahwa tak boleh merokok di kantor.

"Kan ibu bupati sejak awal sudah memeringatkan dengan keras di lingkup Pemkab Bolmong. Saya kira semua sudah tahu. Nanti tinggal di tempat-tempat umun lainnya, tempat pelayanan," ujarnya.

Sanski perbup ini masih bersifat teguran dan imbauan bagi warga. Sebab kekuatan hukum perbup belum kuat untuk memberi sanski yang lebih dari itu. Pemkab segera mempersiapkan ranperda untuk kawasan tanpa rokok.

"Nanti akan ada perda dengab cakupan lebih luas. Penghargaan Paramesti ini masih tingkat III karena perbup. Nanti mudah-mudahan jika sudah ada perda, bisa naik ke tingkat II hingga penghargaan tingkat I," jelasnya. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help