TribunManado/

Bom Meledak Berulang Kali, Warga dan Jemaat Gereja Syok! Kami Ibadah Dalam Ketakutan

"Ia memang sedang sakit, kala makan tiba tiba bom terdengar dan ia langsung tewas."

Bom Meledak Berulang Kali, Warga dan Jemaat Gereja Syok! Kami Ibadah Dalam Ketakutan
Kolase

Laporan Wartawan Tribun Manado, Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Ledakan keras mengguncang kampung itu saban hari setiap pukul 12.00 Wita dan 17.00 Wita. Bunyi ledakan memekakkan telinga. Bumi berguncang hebat. Dinding, lantai serta atap rumah bergetar.

Warga kampung pun bergegas keluar rumah, membawa anak atau barang yang bisa disambar. Tempat yang dituju adalah jalan raya, yang dianggap aman dari bahaya longsor.

Meski begitu mereka harus menutup hidung karena debu tebal dipicu ledakan serta bau belerang. Situasi mirip perang ini bukan terjadi di Marawi atau di Mosul, melainkan di Kelurahan Pinasungkulan Tinerungan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.

Bunyi ledakan itu berasal dari sebuah bukit berjarak hanya sekira 200 meter dari kampung.

Di sana, sejumlah petugas dari PT MSM dan TTN tengah meledakkan bukit untuk mencari sebongkah emas.
Dalam setiap perang, korbannya adalah anak -anak.

Begitupun ledakan di kampung yang berbatasan dengan Minut. Anak-anak terutama balita mengalami trauma psikis hingga penyakit.

Alfian Sumolang, seorang warga menyatakan, anaknya Maichelangelo yang masih berusia 2 tahun dilanda trauma akibat keseringan mendengar bunyi ledakan.

"Setiap ledakan ia menjerit histeris, berusaha mencari perlindungan," kata dia. Sebut Alfian, trauma anak ini bermula dari suatu ledakan keras beberapa bulan lalu.

Kala itu ledakan terjadi bersamaan dengan bunyi sirene."Dia berlari ketakutan seperti orang kehilangan jiwa saja, untung saya cepat turun dari lantai atas, kalau tidak ia bisa celaka," kata dia.

Halaman
1234
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help