TribunManado/

Sungai Talawaan Tercemar Logam Berat, Air di Calaca dan Kali Jengki Mengandung E-Coli

Pencemaran di muara sungai Kota Manado terindikasi sudah diambang batas.

Sungai Talawaan Tercemar Logam Berat, Air di Calaca dan Kali Jengki Mengandung E-Coli
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS GERALD RUAUW
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ ANDREAS GERALD RUAUW 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pencemaran di muara sungai Kota Manado terindikasi sudah diambang batas.

Kondisi ini mengkhawatirkan, karena bisa memicu berbagai macam penyakit bagi warga kota.

Penegasan ini diutarakan Prof Markus Lasut, Dosen Pencemaran Laut dan Pengelolaan Pesisir Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) kepada Tribun Manado, Senin (10/7).

Dia memastikan sesuai data hasil penelitian semua sudah diatas baku mutu."Berdasarkan peraturan penelitian sudah melebihi baku mutu. Ada di beberapa tempat," katanya.

Pencemaran katanya terjadi di muara-muara sungai seperti Bailang, Maasing, Tondano. Jumlah mikroorganisme misalnya melebihi batas normal.

"Misalnya bakter Esteria coli (Escherichia coli) yang berasal dari usus besar. Itu dari manusia dan hewan," katanya.

Bakteri itu katanya berasal dari Kakus dan kandang-kandang. Itu katanya berbahaya bagi manusia terutama anak-anak."Itu dari MCK buangan rumah tangga. Rata-rata di Calaca dan Kali Jengki langsung ke sungai," ujarnya.

Penyakit katanya sering terjadi karena disebabkan air. Terutama di dalamnya sakit kulit, diare, dan lain sebagainya."Itu namanya water born disease. Penyakit yang berasal dari air," katanya.

Limbah rumah tangga, rumah sakit dan klinik katanya berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Penyakit pemutihan karang disebabkan oleh itu.

"Kasihan misalnya kasus sampah di rumah sakit. Sebenarnya harus menyeluruh bukan hanya merawat orang sakit tapi juga merawat lingkungan," katanya.

Halaman
123
Penulis: David_Manewus
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help