TribunManado/

Ingin Kelabui Polisi, Buronan Pembunuhan Tulis Status Ada di Timika

FB (17), terduga pembunuh Samsia Ramba (65) mendapatkan banyak kecaman dari nitizen saat memperbarui status.

Ingin Kelabui Polisi, Buronan Pembunuhan Tulis Status Ada di Timika
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - FB (17), terduga pembunuh Samsia Ramba (65) mendapatkan banyak kecaman dari nitizen saat memperbarui status di facebook.

Terpantau Tribun Manado, FB menuliskan status di akun facebooknya sementara berada di atas kapal menuju Timika sesaat setelah pembunuhan.
Senin pagi, FB memperbarui statusnya. Ia menulis sudah berada di Timika. Status FB itu memicu kecaman. Netizan ramai-ramai menghujatnya. Namun, beberapa teman dekat FB menaruh simpati pada sahabatnya itu.

Mereka meminta FB mengakui kesalahan dan segera menyerahkan diri pada polisi.
Minggu (9/11) malam, Samsia ditemukan meninggal mengenaskan di rumahnya beralamat RT 008, Kelurahan Pateten Satu, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung. Lansia malang ini mengalami luka tusukan di pelipis kiri.
Dugaan pelaku mengarah pada FB yang tinggal di belakang rumah korban.

Sejumlah saksi melihat FB memanjat pagar rumah korban saat pembunuhan terjadi.
Beberapa hari sebelum pembunuhan itu, FB sudah menuliskan pesan kematian dalam akun facebooknya.
'Lebih baik membunuh daripada dibunuh. Demikian status yang ditulisnya. Akun facebook FB selama ini penuh ungkapan kasar.

Dia sering memaki dan menyebut dirinya dalam keadaan mabuk.
Informasi yang dihimpun Tribun Manado, FB tak benar ke Timika. Status palsu itu dibuat pelaku untuk mengelabui polisi.

FB diduga menggondol uang milik korban sebesar Rp 15 juta. Usai membunuh, ia menyewa ojek, pergi ke satu pusat perbelanjaan di Bitung dan membeli baju serta sepatu.
Dia pernah dipenjara untuk kasus pencurian.

Dugaan bahwa FB adalah psikopat juga muncul.
Informasi yang dihimpun Tribun Manado, pelaku sempat mencabuli korbannya.
Diduga pelaku telah lama berada di ruangan korban berada.

Agus anak pertama korban mengaku tidak menyangka ibunya akan meninggal dengan cara demikian.
Saat kejadian itu, Agus sekeluarga sedang pergi ke Manado. "Saya tak menyangka," kata dia.
Agus menduga korban sudah diincar pelaku.

Dia meminta pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.
Aisyah tetangga korban mengaku melihat pelaku mengendap-ngendap di atas seng rumahnya.
Meski pelaku rajin memposting status, Polres masih kesulitan menemukan pelaku. Hingga Senin sore, pelaku masih buron. "Kita masih cari," kata dia.

Sebut Kapolres, semua petunjuk akan ditelusuri Polres termasuk facebook. Dikatakannya, Polres menurunkan kekuatan penuh.
Sejumlah tim khusus diturunkan untuk memburu pelaku. "Kita juga kerahkan Tim Kobra dan Tarsius," kata dia.
Kapolres meminta semua pihak mempercayakan penanganan kasus tersebut pada aparat kepolisian. (art)

UBAH STATUS
* FB menuliskan status di akun facebooknya sementara berada di atas kapal menuju Timika sesaat setelah pembunuhan Minggu malam
* Senin pagi, FB memperbarui statusnya. Ia menulis sudah berada di Timika
* Status FB itu memicu kecaman. Netizen ramai-ramai menghujatnya
* Beberapa teman dekat FB menaruh simpati pada sahabatnya itu

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help