TribunManado/

Travel

Widiiiih! Aturan Baru Untuk Setiap Penumpang Pesawat yang Memasuki Amerika

"Kita tidak bisa main-main dengan ancaman baru," ujar sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, John Kelly.

Widiiiih! Aturan Baru Untuk Setiap Penumpang Pesawat yang Memasuki Amerika
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa waktu yang lalu, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peraturan baru mengenai alat elektronik dalam penerbangan.

Dalam aturan tersebut, penumpang yang terbang dari Afrika Timur dan Timur Tengah dilarang membawa laptop dalam kabin pesawat.

Setelah adanya aturan tersebut, kembali muncul aturan baru dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Melansir dari Condé Nast Traveler, penumpang yang terbang ke AS dari seluruh negara di dunia akan melewati pemeriksaan keamanan yang ketat, termasuk inspeksi lebih menyeluruh pada elektronik pribadi.

"Kita tidak bisa main-main dengan ancaman baru," ujar sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, John Kelly.

"Sebagai gantinya, kita harus menerapkan langkah-langkah baru untuk menjaga keamanan publik dan membuat lebih sulit bagi teroris untuk berhasil," tambahnya.

Pemeriksaan keamanan ini akan mencakup meningkatkan pemeriksaan perangkat elektronik, keamanan di sekitar pesawat dan di area penumpang.

Dilansir TribunTravel dari Condé Nast Traveler, Kelly mengumumkan standar keamanan baru akan berlaku di 280 bandara di 105 negara yang akan terbang ke AS.

Hal ini akan mempengaruhi 180 maskapai dan sekitar 325 ribu penumpang setiap harinya.

Aturan ini juga berlaku untuk sejumlah bandara, di antaranya Bahama, Bermuda, Canada, Irlandia, dan Uni Emirat Arab, yang penumpangnya harus melewati pemeriksaan tambahan atau Customs and Border Protection (CBP) sebelum terbang ke AS.

Di pos pemeriksaan tambahan ini, petugas keamanan sering meminta penumpang yang menggunakan peralatan elektronik, seperti laptop, untuk membuktikan bahwa laptop yang mereka bawa benar-benar berfungsi dan tidak menyembunyikan bahan peledak.

Sementara itu, 10 bandara di delapan negara yang saat ini berada di bawah larangan elektronik memiliki kesempatan untuk mencabut larangan tersebut jika mereka mematuhi standar keamanan baru, setelah ditinjau oleh Transportation Security Administration (TSA).

Bukan tanpa alasan AS melakukan peningkatan pemeriksaan pada penumpang pesawat, karena saat ini kelompok teroris menjadikan sektor penerbangan sebagai salah satu targetnya.

Bahkan dalam laman resminya, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menunjuk insiden yang baru-baru ini terjadi ketika seorang penumpang menyembunyikan bahan peledak dalam kaleng minuman soda pada Oktober 2015 lalu.

Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help