TribunManado/

Saksi Dianiaya di Polres Bolmong, Kasat Reskrim Bilang, "Dia Menjawab dengan Tidak Baik"

Robin dipaksa mengaku sebagai pelaku pembunuhan kasus beberapa waktu lalu di Kotamobagu. Namun ia bersikeras tidak mengetahui kejadian itu.

Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Robin Ahmad (30), pria asal Kelurahan Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara, mengaku dipukul oleh oknum anggota Polres Bolmong.

"Saat itu, Senin (3/7) jam 5 sore, saya sedang bekerja di depot air di Kelurahan Biga. Tiba-tiba ada empat atau lima orang dengan dua mobil Avanza meminta saya untuk ikut. Saya kemudian dibawa ke Polres Bolmong. Di sana saya dipukul," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Rabu (05/07/2017).

Saat di Polres Bolmong, ia dipaksa mengaku sebagai pelaku pembunuhan kasus beberapa waktu lalu di Kotamobagu. Namun ia bersikeras tidak mengetahui kejadian itu.

Ia menyebut pukulan ia terima dari dua sampai tiga oknum.

"Mereka menganiaya saya. Pertama di kepala, di mulut dan di dada. Perut saya bahkan sampai tiga kali terkena pukulan," ujar dia.

Selama 11 jam Robin diperiksa di satu ruangan di Polres Bolmong, sejak pukul 17.00 hingga pukul 04.00 Wita keesokan harinya.

"Pada Selasa (4/7) saya dipulangkan. Tiba di rumah saya langsung terbaring karena sakit," ujar dia.

Sauna Damopolii (53), ibunda Robin, mengatakan akan melaporkan hal itu ke Propam Polres Bolmong.

"Saya keberatan anak saya diperlakukan seperti ini," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hanny Lukas mempersilakan keluarga Robin melapor.

"Kalau memang benar ada penganiayaan oleh anggota silakan melapor. Nanti kita buktikan di sini," ujar Lukas.

Ia mengakui pihaknya sedang menyelidiki kasus pembunuhan di Kelurahan Kotamobagu beberapa waktu lalu.

"Kami hanya meminta keterangan kepada dia sebagai saksi karena berdasarkan informasi dari saksi lain, dia ada di lokasi kejadian. Seharusnya dia membantu polisi untuk mengungkap kasus pembunuhan ini. Bukan menjawab dengan tidak baik," ujar Lukas. 

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help