TribunManado/

Bocah Gizi Buruk Meninggal Tinggal Kulit Bungkus Tulang

Karunia Tobangen, balita berusia 5 tahun meninggal dunia. Balita asal Lingkungan IV, Kelurahan Kakenturan Dua.

Bocah Gizi Buruk Meninggal Tinggal Kulit Bungkus Tulang
tribun manado
Pelayat menyaksikan jenazah Karunia, bocah yang diduga penderita gizi buruk di Kelurahan Kakenturan, Selasa (4/7/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Karunia Tobangen, balita berusia 5 tahun meninggal dunia. Balita asal Lingkungan IV, Kelurahan Kakenturan Dua, Kecamatan Maesa ini diduga meninggal akibat mengalami kekurangan gizi.
Balita perempuan malang ini sempat dirawat di RSUD Manembo-Nembo sejak Kamis malam pekan lalu.

Namun penyakitnya terlalu parah hingga mengembuskan napas terakhir pada Senin subuh. Selasa (4/7) siang, diadakan upacara pemakaman Karunia di rumahnya beralamat Kelurahan Kakenturan Dua.
Saat penutupan peti jenazah, pelayat disilahkan melihat jasad Karunia untuk terakhir kalinya.
Semua terkejut melihat tubuh Karunia yang tinggal kulit bungkus tulang.
"Waduh saya terkejut sekali, dulunya ia gemuk," kata Lani, seorang pelayat sambil meneteskan airmata.

Lani membeber, Karunia saat berada di rumah orang tua asuhnya kerap bermain bersama anaknya.
Ia mengenal Karunia sebagai anak periang dan tidak nakal. "Saya terkejut ketika anak saya katakan mama Karunia sudah meninggal dan lebih terkejut lagi melihat kondisi tubuhnya," kata dia.
Ati Angkumona, ibu Karunia nampak sedih.

Duduk di samping peti mungil anaknya sambil menggendong Virgin (6) anak tertuanya, Ati terus saja menundukkan kepala. Tak ada suara tangis dari mulutnya, namun matanya basah dengan air mata. Ketika jemaat melantunkan lagu "Makin Besar Tuhan" di akhir acara, si ibu bangkit mencium dahi anaknya.

Saat peti masuk dinaikkan ke mobil, dia berjalan tergopoh-gopoh, hampir jauh saat akan menaiki ambulans.
Si ibu tak mau menjawab pertanyaan wartawan. Ia beralasan masih sedih. Begitu pula sang ayah Inyo Tobangen yang memeluk Sergio (3) si bungsu. Nasib Karunia begitu malang.
Informasi yang dihimpun Tribun Manado, begitu lahir, Karunia langsung diberikan kepada orang lain untuk dipelihara.

Keluarga menangisi jenazah bocah Karunia di dalam peti di rumah duka Kelurahan Kakenturan, Selasa (4/7/2017).
Keluarga menangisi jenazah bocah Karunia di dalam peti di rumah duka Kelurahan Kakenturan, Selasa (4/7/2017). (tribun manado)

Kemudian, ibu yang memelihara Karunia meninggal, hingga ayah yang memeliharanya memutuskan naik kapal.
Karunia balik ke orangtuanya sekira beberapa bulan lalu.
Kala itu, kedua orangtuanya tengah disibukkan pemakaman orangtua mereka hingga Karunia yang tubuhnya sudah kurus kering dan lemah diduga tidak mendapat perhatian.

Keluarga Karunia memang sangat miskin.
Ayahnya bekerja serabutan, sering ke laut atau menjadi tukang.
Ibunya tak bekerja. Rumah mereka kecil, terbuat dari tripleks. Tempat jenazah Karunia dibaringkan adalah ruang tamu.

Ruang itu hanya berukuran sekira 4 kali 7 meter, berdindingkan tripleks, berlasaskan semen campur tanah.
Itulah ruang paling besar rumah itu, karena kamar dan dapur tak sebesar itu.
Kesaksian sejumlah tetangga, keluarga memang sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari -hari seperti makan dan minum.

"Anak itu memang terlihat sangat lemah dan hanya berbaring saja," kata Ima warga sekitar.
Seorang pihak keluarga dalam sambutannya mewakili keluarga mengakui keluarga Inyo sangat miskin
"Saya terharu meski mereka orang miskin namun saat pemakaman banyak didatangi, mungkin karena mereka banyak beribadah di Gereja," kata dia.

Pendeta Jemaat GMIM Nazareth Frida Maindola Poluan dalam khotbah pemakamannya membeber,
pihak Gereja berulangkali mengajak keluarga mengobati Karunia.
"Dari syamas sarankan ke Puskesmas atau Posyandu," ujar dia.

Rifet Pala Lingkungan IV juga mengaku kerap mengajak keluarga untuk membawa Karunia ke Puskesmas. Saat kondisi Karunia sudah memburuk pada Kamis, pihaknya beserta tim dari Dinas Kesehatan memutuskan membawa Karunia ke rumah sakit. "Semua administrasinya kami yang atur," beber dia.

STORY HIGHLIGHTS
* Balita perempuan malang ini sempat dirawat di RSUD Manembo-Nembo sejak Kamis malam pekan lalu
* Penyakitnya terlalu parah hingga mengembuskan napas terakhir pada Senin subuh
* Selasa (4/7) siang, diadakan upacara pemakaman Karunia di rumahnya beralamat Kelurahan Kakenturan Dua

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help