Perbankan Optimis Kinerja Kuartal Kedua 2017 Membaik

Beberapa bankir memproyeksi kinerja kuartal II-2017 akan membaik. Hal ini dapat dilihat dari realisasi kinerja bulan Mei 2017 yang lebih baik.

Perbankan Optimis Kinerja Kuartal Kedua 2017 Membaik
Istimewa
Ilustrasi kredit

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beberapa bankir memproyeksi kinerja kuartal II-2017 akan membaik. Hal ini dapat dilihat dari realisasi kinerja bulan Mei 2017 yang lebih baik dibandingkan periode yang sama 2016.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan masing-masing bank (belum diaudit) per Mei 2017 bisa dilihat bahwa laba bersih 10 bank besar mengalami kenaikan 16,84% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 37,24 triliun.

Kenaikan laba per Mei 2017 ini lebih baik dibandingkan Mei 2016 yang turun 2,29% secara yoy menjadi Rp 31,87 triliun. Laba lima bulan pertama 2017 ini disumbang oleh realisasi pendapatan bunga bersih sebesar Rp 83,31 triliun.

Pendapatan bunga bersih 10 bank besar ini utamanya dari penyaluran kredit yang naik 10,02% secara yoy. Selain itu beban operasional selain bunga bersih turun 5,19% secara yoy.

Beberapa bankir seperti, Tigor Siahaan, Presiden Direktur CIMB Niaga memproyeksi bahwa kinerja kuartal 2 membaik. "Pertumbuhan pendapatan kami lebih tinggi dibandingkan biaya," ujar Tigor belum lama ini.
Pendapatan bunga dari penyaluran kredit tercatat juga masih bagus. Hal ini utamanya disumbang oleh kredit sektor infrastruktur, UKM, konsumer, dan komersial.

Beberapa bank lain juga memproyeksi kinerja kuartal 2 2017 bisa sesuai rencana. "Volume usaha dan pencapaian laba (kuartal 2) masih sesuai rencana," ujar Parwati Surjaudaja, Direktur Utama OCBC NISP kepada Kontan.
Hal yang mendorong kinerja pada kuartal 2 di antaranya adalah adanya musim Lebaran dan adanya pertumbuhan kredit di beberapa sektor yang masih cukup sehat.

Mengendalikan biaya operasional juga merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kinerja. CIMB Niaga misalnya melakukan manajemen biaya utamanya pada proses bisnis.

Selain itu CIMB Niaga juga melakukan efisiensi sumber daya salah satunya jaringan ATM. Sehingga nanti ATM bisa ditempatkan di lokasi yang lebih produktif.

OCBC NISP juga mengoptimalkan biaya dari optimalisasi proses bisnis dan berusaha melibatkan pihak yang bisa memberikan nilai tambah kepada prosesnya.

Haryono Tjahjarijadi, Direktur Utama Bank Mayapada juga menerapkan pengendalian biaya supaya lebih efisien dan efektif. "Salah satunya adalah dengan eStatement sehingga nasabah bisa lebih ceoat menerima rekening koran dan bank juga bisa melakukan penghematan," ujar Haryono.(ktn)

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help