Petani Tomohon Terpaksa Beli Bibit Krisan dari Lembang

Ironi, Tomohon punya julukan Kota Bunga, tapi petaninya membeli bibit bunga krisan dari pulau Jawa.

Petani Tomohon Terpaksa Beli Bibit Krisan dari Lembang
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Bunga Krisan Tomohon siap diekspor ke Singapura 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Ironi, Tomohon punya julukan Kota Bunga, tapi petaninya membeli bibit bunga krisan dari pulau Jawa.

Persoalannya, Tomohon belum bisa memproduksi bibit bunga krisan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan petani.
Lexi Pungus, petani bunga Kelurahan Kakaskasen mengungkapkan, kebutuhan bibit bunga krisan memang dipenuhi dari luar daerah.

Beberapa daerah di Jawa Barat seperti Lembang merupakan sentra pengembangbiakan bibit bunga krisan.
Para petani pun memesan bibit kemudian dikirim dengan kargo pesawat. "Kami beli bibit per pohon harganya Rp 400 sampai Rp 500," kata dia kepada Tribun Manado, Jumat (30/6).
Bibit itu kemudian sudah dikemas dalam plastik kemudian dikirimkan.

Sekali pesan, kata Lexi, bisa sampai 10 ribu bibit. Jika diuangkan dana yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 5 juta. Itu baru dia seorang di Tomohon, masih banyak lagi petani bunga.
Pengiriman lewat kargo pun punya kelemahan. "Bibit juga bisa stres, karena dikirim lewat pesawat," kata dia.
Tak heran, tak semua bibit pesanan dari luar daerah yang sukses menjadi bunga. Memproduksi bibit krisan sebenarnya punya potensi besar meraup keuntungan di pertanian florikultura. Sayangnya Tomohon belum sampai ke tahap itu.

Jika benar-benar diwujudkan di Kota Tomohon, petani tak perlu lagi beli bibit di luar daerah.
Keuntungannya pun akan dirasakan juga oleh petani, seharusnya dengan bibit bunga yang diproduksi sendiri harganya jauh lebih murah. Prediksinya bisa setengah dari harga jika diambil di daerah sendiri. "Bisa satu bibit Rp 200 -Rp 300," kata dia.

Pemerintah Kota Tomohon memang masih menemui kendala mewujudkan pertanian florikulutura yang mandiri.
Meski punya fasilitas berupa laboratorium untuk memproduksi bibit krisan, namun hal itu belum juga terwujud.
Vike Taroreh, Kepala Bidang Florikultura Dinas Peranian Kota Tomohon mengungkapkan, laboratorium pembibitan bunga ada di Show Window lengkap dengan peralatannya. "Tapi laboratoriumnya belum jalan," kata dia.

Kendalanya belum ada tenaga ahli yang menangani pembibitan. Tenaga ahli mulai magang Oktober 2017 sudah disiapkan anggarannya. "Kita nanti mulai produksi tahun depan," ujar dia.
Meski begitu, produksi bibit belum dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan petani di Tomohon. "Baru untuk kebutuhan di Show Sindow," ungkapnya. *

STORY HIGHLIGHTS
* Tomohon belum bisa memproduksi bibit bunga krisan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan petani
* Para petani beli bibit per pohon harganya Rp 400 sampai Rp 500
* Sekali pesan, bisa sampai 10 ribu bibit
* Tak semua bibit pesanan dari luar daerah yang sukses menjadi bunga

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help