TribunManado/

Anak Sakit Keras, Habis Banyak Uang Tak Kunjung Sembuh, Ayah Pasrah

Pasangan suami-istri dari keluarga petani di Provinsi Sichuan, China, ini telah menghabiskan banyak uang untuk perawatan medis putri mereka yang ba...

Anak Sakit Keras, Habis Banyak Uang Tak Kunjung Sembuh, Ayah Pasrah
AsiaWire/Metro
Seorang ayah di China, Zhang Liyong, memeluk putri sulungnya yang sakit-sakitan, di dalam liang kubur yang telah disiapkan untuk putrinya itu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Pasangan suami-istri dari keluarga petani di Provinsi Sichuan, China, ini telah menghabiskan banyak uang untuk perawatan medis putri mereka yang baru berusia dua tahun, tetapi tak kunjung sembuh.

Menurut laporan situs berita Mirror, Selasa (27/6/2017), orangtuanya telah menghabiskan lebih dari  Rp 188 juta untuk perawatan anaknya. Kini uangnya telah habis.

Berbagai upaya sudah dan terus dilakukan untuk kesembuhan, tetapi sakit yang diderita putrinya tak kunjung baik dan bahkan bertambah parah.

Ayahnya yang patah hati, yang tidak mampu lagi membayar tagihan medis putrinya yang mulai sekarat,  lalu mengajaknya untuk bermain di kuburannya yang disiapkan untuk anaknya.

(Baca: Masa Kecil di Yogyakarta, Inilah Tempat Tidur dan Kursi yang Dipakai Obama)

Zhang Xin Lei, balita perempuan tersebut, didiagnosis menderita kelainan kondisi darah sejak ia baru berusia dua bulan.

Setelah menyadari tidak ada lagi yang bisa dia lakukan, ayahnya Zhang Liyong, yang luluh lantak, memutuskan satu-satunya pilihannya adalah mempersiapkan anaknya menghadapi kematian.

Liyong berkata, "Saya hanya bisa mengemukakan gagasan untuk mengajaknya bermain di tempat ini” – sambil menunjuk kuburan yang telah disiapkan untuk anaknya.

"Di sinilah dia akan beristirahat dengan tenang. Yang bisa saya lakukan adalah menemaninya setiap hari," kata Liyong, seorang petani yang tinggal di dekat kota Neijiang, Sichuan itu.

Liyong membaringkan diri di kuburan itu sambil memeluk putrinya yang masih kecil sementara ibunya, yang sedang hamil, duduk di dekatnya.

Halaman
12
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help