TribunManado/

Di Desa ini Ratusan Ponsel Android Hanya Untuk Putar Musik

Sesuai pendataan pemerintah desa terdapat 830 orang warganya miliki telepon seluler.

Di Desa ini Ratusan Ponsel Android Hanya Untuk Putar Musik
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Vendi Lera

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Teknologi komunikasi informasi telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat dewasa ini. Namun, belum semua warga dapat menikmati kemudahan tersebut.

Warga Desa Jiko Belanga di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) hingga saat ini belum bisa menikmati kemajuan teknologi tersebut. Sebab desa yang berbatasan dengan Bolsel ini belum terjangkau layanan jaringan seluler.

Jangankan menggunakan media sosial, menelpon dan mengirim pesan singkat sulit dilakukan dari desa tersebut. Padahal masyarakat setempat mampu membeli gadget.

"Saya diberi handphone android oleh saudara, hanya difungsikan untuk dengar lagu, bukan pakai fasilitas lain," ujar Hetty Kemba (22), pada Jumat (23/6/2017).

Situasi ini menyulitkan warga desa yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Ibukota Boltim. Mereka tak bisa segera menyampaikan situasi yang terjadi ke warga luar desa tersebut. Selama 43 tahun desa ini nyaris terisolasi. 

"Ada signal dari Telkomsel di rumah Sangadi. Itu juga tidak kuat. Mungkin hanya dibawa angin.  Kadang ada, kadang juga tidak. Jika cuaca baik, ada satu batang signal di handphone poliponik, android tidak bisa," ungkapnya.

Sangadi Desa Jiko Belanga Riman Manuho mengatakan, pihaknya terkadang ketinggalan informasi terkait pemerintahan. Bahkan jarak antara Tutuyan dan Jiko Belanga bisa ditempuh hampir dua jam menggunakan sepeda motor.

"Agar tidak ketinggalan informasi, saya harus bolak-balik ke Tutuyan gunakan sepeda motor atau paling dekat ke kantor Kecamatan Nuangan. Jaraknya cukup jauh, sekitar satu jam," ujarnya.

Katanya, sebagian besar masyarakatnya telah memiliki telepon seluler (ponsel). Sesuai pendataan pemerintah desa untuk pengusulan pembangunan menara operator seluler terdapat 830 orang miliki telepon seluler.

"Untuk tempat menelpon ada empat titik, itupun harus bergantian. Warga di sini menelpon, tidak tiap hari, hanya saat perlu. Itu juga kalau jaringannya lagi bagus dan cuaca mendukung," ungkapnya.

Branch Manajer Telkomsel Manado Joseph Dangeubun mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan bagian jaringan mengenai hal ini.

"Untuk jaringan Telkomsel di Jiko Belanga nanti akan dirembuk dulu bersama tim. Jika memang sudah ada permohonan akan dicek," terangnya.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help