TribunManado/

Lahir Pada Tanggal 9-9-99 Jam 9 Malam, Lisa Paputungan Kini Berhasil Lulus di UGM

Raut wajah Isna (76) nampak senang, ketika ditanya soal Lisa Paputungan, anaknya yang berhasil kuliah di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta jurusan Ke

Lahir Pada Tanggal 9-9-99 Jam 9 Malam, Lisa Paputungan Kini Berhasil Lulus di UGM
NET
UGM 

TRIBUNMANADO.CO.ID,TUTUYAN- Raut wajah Isna (76) nampak senang, ketika ditanya soal Lisa Paputungan, anaknya yang berhasil kuliah di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta jurusan Kedokteran gigi.

Di Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Isna ayah Lisa tinggal sendiri. Kondisi rumah tak terawat lagi. Plafonnya sudah berlubang serta lantai banyak rusak.

Isnan yang ditemui Tribun Manado, Rabu, (21/6) memakai sarung berwarna biru, kaos hitam serta peci. Duduk dikursi sofa yang sudah kusam, dengan kayu dan busa rusak.

"Saya sudah tidak bisa bekerja membantu Lisa, karena sakit," ujar Isna.

Hanya doa yang setiap hari dinaikan kepada Tuhan.

"Dalam doa saya meminta, semua harapan serta cita-cita Lisa terkabulkan," kata dia.

Sejak masih duduk di kelas 4, Lisa sudah ditinggalkan ibunnya, karena meninggal dunia. Maka dia (Lisa) harus diasuh bibinya di Tutuyan bernama Masita Paputungan.

"Karena saya sudah tidak bisa sanggup membiayai Lisa, sebab sakit yang diderita sejak tahun 1999, saat Lisa lahir," kata dia.

Awal sakit, ketika mengalami kecelakaan di tambang, tulang ekor mengalami ganguan, sehingga sulit untuk berjalan. Mulai dari situ penyakit lain sudah mulai muncul, kini dipasang kateter.

Lanjut Isnan keinginan Lisa untuk bersekolah sangatlah kuat. Ini dibuktikannya dengan meraih juara di SD, SMP sampai SMA. Walaupun orang tuanya tak mampu tapi dia (Lisa) selalu berusaha mengapai cita-citanya sejak kecil jadi dokter.

Kadang-kadang kalau sendiri teringat dan berkata dalam diri. Memang Lisa termasuk anak beruntung lahir pukul 9 malam tanggal 9 bulan 9 tahun 1999. Tapi itu hanya kebetulan, semuanya berasal dari Tuhan.

Tambah Isnan, semuanya diserakan kepada Tuhan, sebab sampai saat ini tak bisa membantu Lisa dalam menyelesaikan sekolah, karena sakit.

Bupati Bolaang Mongondow Timur Sehan Ladjar mengatakan, akan membantu Lisa Paputungan baik secara pribadi maupun Pemerintah Kabupaten, untuk keperluan studinya di Yogyakarta.

"Saya bangga dengan Lisa Papuntungan. Walaupun berasal dari orang kurang mampu, tapi dia (Lisa) berani," kata Sehan Ladjar.

Kata dia, Lisa patut di contoh oleh anak-anak Boltim. Jangan pernah takut dengan kekurangan. Maju, coba dulu serta pantang menyerah. (Ven).

Penulis: Vendi Lera
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help