TribunManado/

Mayat Edo Mengapung di Pintu Air Danau Tondano

Penjaga pintu air danau Tondano di Desa Tonsea Lama, Tondano, Minahasa dikejutkan munculnya sesosok mayat.

Mayat Edo Mengapung di Pintu Air Danau Tondano
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Petugas membuka pintu air Danau Tondano di Desa Tonsea Lama pada Rabu (14/6/2017) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Penjaga pintu air danau Tondano di Desa Tonsea Lama, Tondano, Minahasa dikejutkan munculnya sesosok mayat, Selasa (20/6), pukul 09.10 Wita.

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu memiliki ciri-ciri menggunakan baju hitam lengan panjang bermerk Volcom di bagian dada. Mengenakan celana pendek hitam dengan motif seperti batik. Di kantong celananya ditemukan uang tunai Rp 325 ribu, rambut pendek.

Belakangan diketahui mayat itu adalah Alfredo Murin (22) alias Edo, warga Tataaran II, Tondano Selatan.
Korban ditemukan pertama kali ditemukan tersangkut di jembatan apung dekat pintu air yang biasa digunakan untuk menghalangi masuknya eceng gondok di pintu air. Kondisi jenazah sudah membiru.
Korban pertama kali ditemukan oleh Jois Tasiam yang saat itu sementara melakukan rutinitas untuk membersihkan eceng gondok di pintu air bersama beberapa warga lainnya.

Ia mengatakan, saat sedang membersihkan eceng gondok menggunakan alat penggaruk, kelihatan duluan kaki korban. "Saya lihat seperti kaki orang, saya lebih angkat untuk meyakinkan. Kemudian saya angkat lagi sampai setengah badan ternyata itu manusia," ujarnya.

Jois kemudian memberitahukan rekan-rekannya untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Minahasa.
Tim Identifikasi dan Unit I Jatanras Polres Minahasa langsung ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi, serta mengevakuasi korban, termasuk meminta keterangan beberapa saksi.
Jenazah kemudian dibawa ke ruang jenazah RSUD Sam Ratulangi Tondano untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Tidak ditemukan identitas apapun di pada korban.

"Korban diperkirakan meninggal sudah tiga hari hingga empat hari. Pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujar Aiptu Vecky Tumengkol, Kanit Identifikasi Sat Reskrim Polres Minahasa. Jenazah diperkirakan berusia 30-an tahun.

Mayat yang ditemukan di pintu air Tondano pagi tadi, akhirnya diketahui setelah keluarga menyambangi ruang jenazah RSUD Sam Ratulangi Tondano, Selasa (21/6) malam.
Keluarga mendengar informasi bahwa ditemukan jenazah di pintu air.

Mereka datang ke rumah sakit untuk melakukan cek sebab korban tidak kembali ke rumah sejak hari Minggu.
Setelah melakukan berdasarkan ciri-ciri khususnya pakaian yang digunakan korban dan ciri fisik lain, mereka meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Edo.

Menurut Reiner, saudara Edo, terakhir hari Minggu siang korban bersama dirinya dan beberapa saudara lainnya keluar menggunakan mobil hendak ke pantai, namun di bundaran Tugu Monas Tondano, korban turun mobil. Edo akan menemui temannya. "Dia bilang tunggu tidak lama," ujarnya.

Mungkin ada urusan sedikit, mereka sempat mengikuti korban, namun tidak ketemu. Mereka kemudian pulang lantaran sudah lama ditunggu korban tak kunjung muncul.
Aiptu Vekcy Tumengkol menjelaskan, bahwa keluarga sudah memastikan bahwa itu adalah Alfredo. Keluarga menolak untuk otopsi.
"Kami tetap akan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kematian korban," ujarnya. *

KRONOLOGI
* Minggu siang, korban bersama beberapa saudara lainnya keluar menggunakan mobil hendak ke pantai
* Tepat di bundaran Tataaran II, korban turun dari mobil
* Mereka sempat mengikuti korban, namun tidak ketemu
* Penjaga pintu air danau Tondano menemukan mayat Edo, Selasa (20/6), pukul 09.10 Wita

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help