TribunManado/

Petani Stroberi Kesulitan Peroleh Modal

Modal menjadi kendala dalam merintis maupun mengembangkan usaha kecil. Pelaku usaha kesulitan mengakses modal.

Petani Stroberi Kesulitan Peroleh Modal
TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL
Seorang turis mancanegara mengabadikan foto di lokasi wisata Puncak Rurukan Minahasa. (TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Modal menjadi kendala dalam merintis maupun mengembangkan usaha kecil. Pelaku usaha kesulitan mengakses modal dari perbankan.
Herry Rumimper, petani Rurukan ingin mengembangkan pertanian strawberry (stroberi) di Rurukan. Minimal butuh dana Rp 60 juta untuk menaman seribu tanaman stroberi.

Peluang usaha ini begitu menguntungkan, kata Herry. Dalam dua tahun perhitungannya bisa memperoleh laba bersih Rp 150 juta.
"Ada pengusaha yang mau beli, harganya cukup tinggi, ratusan ribu per kilogram," kata Wakil Ketua Kelompok Tani Agape ini saat fokus grup diskusi tentang akses perbankan di kantor Bapelitbang Kota Tomohon, pekan lalu

Dia punya potensi, teknolgi dan lahan sayangnya kekurangan modal. Ingin ke bank pun meragukan. "Kalau kami pinjam modal besar, tak punya anggunan," kata dia.
Kalau pun ada tanah, tapi belum berserifikat tak bisa jadi anggunan. Faktor kepemilikan bersama keluarga jadi kendala tanah belum bersertifikat.

"Ketika sebuah kelompok tani ingin beranjak dari bawah ke atas bagaimana caranya? Berusaha mengembangkan dirinya lewat usaha pertanian tapi kami kesulitan modal," katanya.
Tak heran, katanya, usaha kecil pertanian lebih mudah mengakses modal ke rentenir ketimbang ke perbankan.

Kepala Bapelitbang Tomohonp Ervinz Liuw mengungkapkan, sulitnya pelaku UKM mengakses layanan perbankan bukan hal baru.
Tak heran jika UKM lebih mudah mengakses layanan seperti koperasi simpan pinjam, arisan, bahkan rentenir.
"Kalau sudah terdesak biar bunga tinggi diambil, apalagi syaratnya mudah," kata dia.

Ketimbang perbankan, orang Minahasa punya kebiasaan tersendiri. Biasanya semacam jaring pengaman sosial mengadakan arisan atau biasa disebut kumpulan atau rukun. Tanpa persyaratan, cuma butuh kepercayaan.
Jika pun ada bunga biasanya dimanfaatkan bersama semisal disalurkan lewat bingkisan.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jecqueline Mangulu mengungkapkan, informasi maupun sosialisasi perbankan persoalnya jarang sampai ke petani. Meski sekarang pemerintah pusat punya program pinjaman ringan tanpa anggunan lewat perbankan. "Informasi kurang terakses petani," kata dia.

Ada kecendrungan akses ke perbankan biasanya dinikmati petani menengah ke atas. Namun petani menengah ke bawah masih sulit. "Untuk datang saja ke bank masih pikir-pikir," kata dia.
Selain itu, karakteristik usaha pertanian saat ini belum sesuai dengan sistem perkreditan per bulan.

Usaha pertanian memakan waktu 3 sampai 4 bulan panen, sementara kredit harus dibayar per bulan. "Itu persoalannya biaya dari mana bayar cicilan. Padi atau jagung misalnya butuh 3-4 bulan baru panen, itu pun kalau tidak gagal panen," ungkapnya.
Beda dengan pegawai negeri, tiap bulan ada uang yang bisa dipotong dari gaji, belum tentu petani kecil. *

STORY HIGHLIGHTS
* Minimal butuh dana Rp 60 juta untuk menaman seribu tanaman stroberi
* Dalam dua tahun perhitungannya bisa memperoleh laba bersih Rp 150 juta
* Ada pengusaha yang mau beli, harganya cukup tinggi, ratusan ribu rupiah per kilogram

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help