TribunManado/

Tiga Hari Listrik Padam, Pengusaha Mengeluh

Pemadaman listrik di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) masih jadi momok di masyarakat.

Tiga Hari Listrik Padam, Pengusaha Mengeluh
tribun manado
Petugas PLN membersihkan pohon yang roboh di jaringan listrik di Mitra, Minggu (4/6/2017).

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pemadaman listrik di Kabupaten Minahasa Tenggara masih jadi momok di masyarakat. Mereka bahkan mengadukan pelayanan Perusaahan Listrik Negara (PLN) itu ke Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Utara.

Melalui surat dengan nomor 307/KLA/326.2017/mdo25/VI/2017, Ombudsman meminta PLN Rayon Ratahan untuk datang memberi klarifikasi atas pemadaman listrik selama tiga hari.
Sebelumnya diketahui kekesalan memuncak dari warga Kecamatan Tombatu dikarenakan sejak tanggal 4 hingga 6 Juni listrik padam. "Sejak hari pertama kami sudah mengeluh ke PLN tapi tidak ditanggapi," ujar Max Gosal, warga Tombatu, Minggu (11/6).

Menurutnya, akibat pemadam, banyak warga yang dirugikan. "Seperti yang berusaha dengan mengandalkan tenaga listrik. Misalnya usaha tetangga saya percetakan baliho. Tidak bisa beroperasi karena tak ada listrik," ujar dia.
Senada juga dikatakan Merlin Sanaliwu. Ibu rumah tangga yang berjualan kue ini mengaku selama tiga hari usahanya tidak jalan.

"Bagaimana mau jalan buat adonan. Tidak bisa hidupkan mesin karena tidak ada listrik," katanya.
Dia mengatakan, tak hanya usaha terganggu, aktivitas keseharian pun ikut terhalang. "Untuk mandi saja harus cari sumur, soalnya pompa air tak bisa digunakan saat listrik padam," ujarnya.
Warga ini berharap PLN agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. "Kalau ada masalah cepatlah antisipasi, sehingga tidak merugikan dan mengecewakan pelanggan," ujarnya.

Kepala PLN Rayon Ratahan, Biner Simangunsong mengatakan, bahwa gangguan terjadi akibat banyaknya pohon tumbang. "Bukan cuma sekali, tapi ada beberapa kali dalam tiga hari itu pohon tumbang," ujarnya.
Menurut dia, pemadam tidak disengaja oleh pihaknya. "Ini faktor cuaca bukan karena kesengajaan, jadi kami minta pengertian," ujar dia.

Biner mengatakan, saat kejadian pihaknya langsung turun untuk melakukan perbaikan. "Tapi kan tidak mudah karena pohon-pohon yang tumbang cukup besar," tandasnya. *

STORY HIGHLIGHTS
* Kekesalan memuncak dari warga Kecamatan Tombatu dikarenakan sejak tanggal 4 hingga 6 Juni listrik padam
* Usaha percetakan baliho. Tidak bisa beroperasi karena tak ada listrik
* Ibu rumah tangga yang berjualan kue ini mengaku selama tiga hari usahanya tidak jalan

Penulis: Valdy Suak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help