TribunManado/

Petani Cap Tikus Ingin Bertemu Bupati JS

Setelah menyampaikan aspirasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara.

Petani Cap Tikus Ingin Bertemu Bupati JS
net
Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Setelah menyampaikan aspirasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) bulan lalu, rasa resah petani cap tikus belum juga usai.

Persoalan itu dikarenakan janji untuk mempertemukan Bupati Mitra James Sumendap (JS) dengan para petani belum juga terealisasi. "Kami hanya ingin dengar solusi dari bupati terkait revisi Perda yang sangat merugikan petani cap tikus.

Tapi sampai saat ini sudah jalan satu bulan belum ada respon bupati," ujar koordinator petani cap tikus, Gusman Mangore, Senin (5/6).
Menurutnya, selama satu bulan seluruh petani cap tikus memantau aktivitas bupati. "Ada berbagai acara yang dihadiri bupati, tapi waktu lebih penting kepada petani tidak pernah ada," ujar dia.

Dikatakannya, hal tersebut sudah dipertanyakan kepada para wakil rakyat. "Namun jawabannya semua sama bahwa bupati sibuk dan belum ada waktu," ujar dia.
Para petani bahkan, menurutnya, mempertegas jika tidak ada respon bupati maka akan ada demonstrasi. "Jika semakin lama tak ada waktu bagi kami maka akan ada unjuk rasa di Kantor Bupati," ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan Mangore, revisi Perda saat ini sudah mematikan mata pencarian petani cap tikus. "Ada poin dalam Perda yang menghapuskan izin penampungan dan pengantaran. Hal itu merugikan petani karena hasil produksi sudah sulit diambil penampung karena tak ada izin," ujar dia.
Saat, menurutnya, ada beberapa penampung yang memakai izin dari Minsel. "Jadi legitimasi ambil dari Minsel. Sekarang jadi pertanyaan kenapa Minsel bisa kita tidak," jelasnya.

Dia mengatakan, semua petani menolak revisi Perda tersebut. "Ketika ada perda itu seharusnya ada solusi dulu dari Pemkab, makanya kita ingin ketemu bupati mencari solusi yang baik," terangnya.
Ia pun berharap dalam waktu dekat ada kesediaan bupati untuk bertemu dengan para petani. "Kami berharap secepatnya karena sudah cukup lama kami menunggu waktu bupati," ujar dia.

Sementara itu, juru bicara Pemkab Mitra Franky Wowor mengatakan, bahwa bupati sedang sibuk dan belum ada waktu. "Ini saja bupati ada di Malang jadi belum ada waktu. Nanti saya sampaikan di sini kepada bupati katakan pada mereka (petani)," ujarnya. *

STORY HIGHLIGHTS
* Ingin dengar solusi dari bupati terkait revisi Perda yang sangat merugikan petani cap tikus
* Revisi Perda saat ini sudah mematikan mata pencarian petani cap tikus
* Ada poin dalam Perda yang menghapuskan izin penampungan dan pengantaran
* Hal itu merugikan petani karena hasil produksi sudah sulit diambil penampung karena tak ada izin

Penulis: Valdy Suak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help