Yasti Ngotot Tutup Perusahaan Tanpa Izin, PT Conch : Kami Harap akan Dikaji Lagi

"Jika tiga item ini memang tak ada, besok saya terbitkan surat penutupan sementara. Besok, saya police line,"

Yasti Ngotot Tutup Perusahaan Tanpa Izin, PT Conch : Kami Harap akan Dikaji Lagi
Tribun Manado
Jadi Bupati, Tidak Berpesta, Yasti Langsung Kerja 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - PT Sulenco, selaku penyedia lahan untuk aktivitas produksi semen  yang dilakukan oleh perusahaan asal Cina, PT Conch, tak mampu memperlihatkan izin operasinya kepada Bupati Bolaang Mongondow (Bomong) Yasti Soepredjo Mokoagow.

"PT Sulenco yang menyediakan lahan serta perizinan coba tunjukkan dasar pelaksanaan pembangunan pabrik yang meliputi IUP, izin eksplorasi serta eksploitasi. Apa yang saya minta ini amanat Undang-undang," ujar Yasti, dalam rapat bersama manajemen perusahaan, Rabu (31/5/2017).

Pimpinan Sulenco pun tampak linglung, begitu pun PT Conch. Mereka tak bisa menunjukkan satu dokumen pun yang diminta. Kata Yasti, harusnya sebelum pabrik dibangun, perizinan tersebut harus dikantongi.

"Jika tiga item ini memang tak ada, besok saya terbitkan surat penutupan sementara. Besok, saya police line. Saya tidak takut siapapun backingan perusahaan ini. Ada 240 ribu warga Bolmong di belakang kami," tegasnya.

Apabila aktivitas perusahaan tersebut tak dihentikan, pemda telah melanggar undang-undang. 

"Keputusan penutupan ini sesuai undang-undang. Hasil rapat tidak ditandatangani perusahaan. Jadi ini harus ditutup apapun risikonya karena perusahaan tidak kooperatif," katanya.

Yasti memberi tawaran, apabila izin eksplorasi dan izin eksploitasi sudah diurus. Pemkab bisa mempertimbangkan kembali kelanjutan aktivitas pabrik semen tersebut. 

"Saya tidak akan melarang investasi di Bolmong. Kami juga butuh investasi. Tapi harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ada banyak investasi di Bolmong, tapi hanya PT Conch dan PT Sulenco ini yang tidak mematuhi aturan," tegasnya.

Direktur Utama PT Conch, Chang Sang mengatakan, pihaknya akan mengurus semua izin sesuai permintaan Yasti. Ia pun meminta pemkab untuk mengkaji kembali keputusan penutupan sementara tersebut.

"Bahan semen yang ada di gunung masih belum dimanfaatkan karena masih mengurus izin. Kami berharap akan dikaji lagi, sebab kami sudah mengalami kerugian yang cukup besar," ujarnya.

Rekomendasi yang digunakan PT Sulenco untuk mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP), yang ditandatangani mantan Bupati, Salihi Mokodongan telah melewati masa berlaku. Sementara, permohonan penerbitan IUP masih dalam proses oleh pemerintah provinsi.

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved