Pusat Kota Langganan Banjir, DPRD Hearing Pemkot-Pelindo

Pusat Kota Bitung jadi langganan banjir setiap turun hujan. Situasi dibahas dalam hearing DPRD Kota Bitung.

Pusat Kota Langganan Banjir, DPRD Hearing Pemkot-Pelindo
banjir bitung 5 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Pusat Kota Bitung jadi langganan banjir setiap turun hujan. Situasi dibahas dalam hearing DPRD Kota Bitung bersama PT Pelindo dan sejumlah instansi terkait di gedung DPRD Bitung, Rabu (31/5).
Anggota DPRD, Habryanto Ahmad membeber, wilayah sekitar saluran air di Pasar Cita kerap jadi langganan banjir.

Hujan sebentaran saja dapat memicu banjir.
"Seperti pekan lalu, hanya beberapa menit hujan, banjir sudah setinggi beberapa sentimeter, " kata dia.
Ahmad yang kerabatnya berada di pasar itu dan kebetulan ada di sana saat banjir menyatakan, warga sudah sangat menderita dengan banjir.

Warga yang kebanyakan berprofesi pedagang harus bersusah payah membersihkan toko.
"Belum lagi kerugian ekonomi yang ditimbulkan, " kata dia.
Habryanto menuding pihak Pelindo melakukan penutupan selokan air menuju ke pelabuhan hingga air berbalik ke saluran air samping Pasar Cita.
Ia meminta pihak Pelindo bertanggung jawab.

"Harus ada tanggung jawab dari Pelindo," kata dia. Dia menyebut adanya informasi pihak Pelindo sengaja menutup sejumlah akses saluran air di dalam pelabuhan. "Makanya kita konfirmasi ke pihak Pelindo," ujar dia.
Anggota DPRD lainnya, John Hamber menyoroti, adanya sejumlah septic tank milik warga di sepanjang saluran air di sekitar Pasar Cita.

Menurut Hamber, adanya septic tank membuat volume kotoran di saluran air tersebut menjadi sangat banyak. "Hingga hujan sedikit saja saluran air jadi penuh," beber dia.
Selain kotoran dan sampah, beber dia, saluran air juga dipenuhi pasir. Pasir datang dari wilayah perbukitan.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Hendry Sakul melalui seorang Kabid mengatakan, pihaknya menyediakan petugas pembersih sampah. Saluran air juga dipasangi jala untuk memerangkap sampah.

"Namun untuk pasir kita tak bisa berbuat apa-apa, butuh bantuan dari provinsi," kata dia.
Perwakilan Pelindo mengatakan, pihaknya sudah melakukan perbaikan terhadap drainase di dalam pelabuhan sesuai rekomendasi Dinas PU.
Masih terjadinya banjir, diduganya karena tidak nyambungnya saluran air dari PU ke saluran air dalam pelabuhan. "Ke depannya kita minta petunjuk dari pihak PU," kata dia.

Anggota DPRD Sampanaeng mengusulkan sebanyak 70 persen dana PU pada APBD Perubahan dialokasikan untuk perbaikan drainase dan pemeliharaan. "Sisanya untuk proyek, " kata dia.
Menurut Sampanaeng, hal itu perlu dilakukan karena sebagian besar drainase di Bitung rusak parah. Bitung pun terancam bencana banjir bandang. "Segera perbaiki, " kata dia.

Disebut Sampanaeng, masalah lainnya yang harus dibenahi adalah banyaknya pasir di dalam saluran air.
Pasir itu memicu pendangkalan saluran air.
"Ke depan perlu Pemkot Bitung menyediakan mobil khusus penyedot pasir," beber dia. *

STORY HIGHLIGHTS
* Hanya beberapa menit hujan, banjir sudah setinggi beberapa sentimeter
* Pedagang harus bersusah payah membersihkan toko
* Adanya sejumlah septic tank milik warga di sepanjang saluran air di sekitar Pasar Cita

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help