TribunManado/

Tolak Pasien, Ternie Ingatkan Sanksi Pidana bagi Dokter

Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik pada fasilitas pelayanan kesehatan wajib memberikan pertolongan pertama kepada penerima pelayanan kesehatan

Tolak Pasien, Ternie Ingatkan Sanksi Pidana bagi Dokter
net
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribun Manado Fionalois Watania

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG -Kepala dinas kesehatan Minahasa Selatan (Minsel) Ternie Paruntu mengaku telah mendengar keluhan pasien yang ditolak dokter atau petugas kesehatan lainnya

"Saya memang sempat mendengar dari para pasien (ditolak). Saya keras melarang hal tersebut," katanya, pada Jumat (19/5/2017)

Katanya, pasien yang datang tidak boleh ditolak begitu saja dengan alasan apapun. Seringkali, pasien ditolak karena alasan tidak ada dokter atau tak ada alat dan obat di puskemas pembantu.

"Saya mengingatkan agar para petugas dapat melakukan kewajibannya dengan maksimal sebagaimana diatur dalam udang-undang," ujarnya.

Dia meminta petugas medis agar selalu menyambut ramah warga yang datang berobat. Komunikasi dengan bahasa yang baik akan membuat pasien memaham semua prosedur medis.

"Selanjutnya dapat menawarkan beberapa alternatif rujukan, sehingga tidak ada penolakan pasien," ucapnya.

Dia mengingatkan kewajiban tenaga kesehatan yang sudah diatur dalam  undang-undang kesehatan nomor 36 Tahun 2009. Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik pada fasilitas pelayanan kesehatan wajib memberikan pertolongan pertama kepada penerima pelayanan kesehatan dalam keadaan gawat darurat untuk penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan. "Ada sanksi pidana, sesuai UU praktek kedokteran," jelasnya.

Dia berharap tidak ada pasien yang ditolak di sarana pelayanan kesehatan di Minsel.

"Bila ada laporan masyarakat, maka akan saya tindak tegas. Silahkan melapor di dinkes," tegasnya.

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help