TribunManado/

Roy Suryo Minta Antasari Legowo Pasca Laporannya Segera di SP3

Roy Suryo juga berharap Antasari bisa legowo dan menerima bahwa laporannya tidak bisa diproses lebih lanjut oleh penyidik Polri.

Roy Suryo Minta Antasari Legowo Pasca Laporannya Segera di SP3
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO/FX ISMANTO
Roy Suryo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Mabes Polri sudah menyatakan laporan Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan lantaran tidak ada bukti baru dalam kasus tersebut.

Meski begitu, penyidik Mabes Polri belum mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan atau SP3.

"Kami sudah dengar kabar laporan yang dilaporkan Pak Antasari tidak bisa naik ke penyidikan karena memang tidak ada bukti baru dan Polisi belum mengeluarkan SP3. Saya secara pribadi simpati dengan hal itu," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Roy Suryo, Sabtu (20/5/2017) usai diskusi dengan topik RUU Pemilu dan Pertaruhan Demokrasi, di Cikini, Jakarta Pusat.

Roy Suryo juga berharap Antasari bisa legowo dan menerima bahwa laporannya tidak bisa diproses lebih lanjut oleh penyidik Polri.

Laporan Antasari ke Bareskrim Polri soal perbuatan pejabat yang ditunjuk menghilangkan baju korban telah dilaporkan pada 14 Februari 2017. Dimana kejadian dugaan tindak pidana itu terjadi sekitar Mei 2009 di Jakarta.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak menyebut alasan laporan Antasari tidak bisa dilanjutkan ke penyidikan karena barang bukti yang diserahkan Antasari tidak cukup relevan untuk dijadikan dua alat bukti menaikkan status kasus ke penyidikan.

Terpisah menanggapi laporannya yang tidak bisa naik ke penyidikan, Antasari menganggap penyidik kurang maksimal memproses kasus yang dilaporkannya itu.

Bila menurut Polisi barang bukti yang diberikannya kurang relevan,s eharusnya menurut Antasari, sudah menjadi tugas penyidik untuk mencari barang bukti penunjang di kasus itu.

Antasari juga mengaku belum menerima pemberitahuan resmi soal SP3 laporannya. Apabila SP3 sudah diterima, ia mengaku akan meneliti surat SP3 itu.

Roy Suryo juga menyoroti soal pernyataan Antasari saat memberikan pernyataan di Bareskrim soal adanya intervensi Presiden saat itu, SBY di kasus ini.

"Simpatik kami dibalas yang tidak manis ketika Pak Antasari melakukan konferensi pers menyatakan ada intervensi dari Presiden saat itu (SBY). SBY itu orang yang konsen, orang lurus dan tidak ikut campur dalam urusan ke dalam. Bahkan kerabatnya sendiri tidak diintervensi. Jadi kasus yang dialami Antasari tidak mungkin dilakukan intervensi oleh Presiden waktu itu," tegas Roy Suryo.

Roy Suryo menambahkan pernyataan dari Antasari itulah yang kemudian direspon oleh tim Hukum Demokrat untuk melaporkan balik Antasari ke Bareskrim dan hingga saat ini laporan masih tetap berlanjut.

Laporan tersebut ternyata bukan perintah atau inisiatif dari SBY melainkan dari tim hukum Partai Demokrat sendiri.

Editor: Fransiska_Noel
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help