TribunManado/

Kei Komuro Harus Ubah Hidupnya Sebelum Nikahi Cucu Kaisar Jepang

Kei Komuro (25) calon suami cucu Kaisar Jepang, Puteri Mako, ternyata harus mengubah kehidupannya satu tahun sebelum pernikahannya.

Kei Komuro Harus Ubah Hidupnya Sebelum Nikahi Cucu Kaisar Jepang
Koresponden Tribunnews/Richard Susilo Kei Komuro (25) yang dijaga dua pengawal polisi Rabu (17/5/2017) saat ke luar rumah menuju ke kantornya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOKYO - Kei Komuro (25) calon suami cucu Kaisar Jepang, Puteri Mako, ternyata harus mengubah kehidupannya satu tahun sebelum pernikahannya.

Pecinta ski, violin dan memasak kelahiran Yokohama Jepang ini mulai dikawal polisi apabila melakukan perjalanan ke luar rumah terutama ke kantor, belajar bertata krama kekaisaran, belajar bicara yang halus, serta berbagai macam pelajaran harus dilakukan mulai sekarang, setidaknya sampai saat menikah nanti.

 
Satu hal yang tidak mudah adalah tata cara tradisi kekaisaran yang penuh dengan berbagai aturan tradisional harus dilakukannya nanti.

Untuk itulah dia harus pula belajar dari saat ini, bukan hanya soal gerak, tetapi juga cara bicara, tingkah laku dan sebagainya.

Sejumlah ritual dan prosedur sebelum pernikahan mereka dimulai dengan Nosai no Gi, utusan Komuro harus mengunjungi Istana Kekaisaran dengan hadiah untuk secara resmi membuat sumpah pertunangan.

Kemudian tanggal pernikahan mereka akan diumumkan oleh utusan Komuro yang mengunjungi istana tersebut dalam sebuah ritus yang dikenal dengan nama Kokki no Gi.

Ketika seorang anggota keluarga Kekaisaran perempuan menjadi orang biasa melalui pernikahan, negara membayar uang saku secara lump sum.

Menurut undang-undang, pertemuan dewan delapan anggota, termasuk Perdana Menteri, akan menentukan jumlah uang tersebut yang berkisar 100 jutaan yen.

Sebagai contoh ketika Sayako Kuroda, putri tunggal Kaisar Akihito dan Permaisuri (Shouda) Michiko, menikahi seorang awam pada tahun 2005. Sayaka menerima sekitar 150 juta yen.

Sementara Noriko Senge, putri sepupu Kaisar Pangeran Takamado, diberi uang saku sekitar 100 Juta yen saat dia menikahi putra sulung imam kepala Izumo Taisha, sebuah kuil Shinto di Prefektur Shimane, pada tahun 2014.

Halaman
12
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help