TribunManado/

Sehari, Pria ini Mampu Mengupas 1.000 Biji Kelapa

Tumpukan buah kelapa tanpa kulit lambat laun semakin banyak, sementara kelapa memiliki sabut makin berkurang.

Sehari, Pria ini Mampu Mengupas 1.000 Biji Kelapa
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Efbison Karame (31) pengupas kelapa asal Desa Lolak Tombolango, Kecamatan Lolak. Ia tampak cekatan mengupas kelapa tua menggunakan besi tajam yang ditancapkan di tanah. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK -Jumat (19/5/2017) sore, Efbison Karame (31) pengupas sabut kelapa asal Desa Lolak Tombolango, Kecamatan Lolak tampak berkeringat. Tangannya cekatan mengupas kelapa tua menggunakan besi tajam yang ditancapkan di tanah.

Tumpukan buah kelapa tanpa kulit lambat laun semakin banyak, kelapa memiliki sabut makin berkurang.

Tangan kanannya mengenakkan sarung tangan. Efbison nyaris tak lagi melihat kelapa di genggaman tangannya saat mengupas. "Sudah biasanya," ujarnya.

Efbison mengaku setiap biji kelapa mendapat upah Rp 100. Dalam sehari, ia mengaku bisa mengupas kelapa hingga 1.000 buah.

"Ini hanya sampingan, kan kelapa ini musiman. Kalau tak kupas kelapa, saya biasanya berkebun," ujarnya.

Efbison bekerja pada Fandi Potabuga (32) seorang pengumpul kelapa. Hasil panen tersebut dibawa ke pengumpul lebih besar, lalu dimasukkan ke perusahaan tepung kelapa di Minahasa Selatan.

"Pengumpul besar ini yang membeli kelapa dari pengumpul kecil seperti saya," unar Fandi warga Lolak Tombolango.

Kelapa yang masih utuh dengan tempurungnya dibeli pihak pabrik seharga Rp 2.300 perkilogram.
"Kelapa beratnya tak tentu ada yang satu kilogram, ada yang hanya delapan ons. Kalau beli dari petani Rp 1.500 atau Rp 1.600 per biji," tuturnya.

Fandi mengaku setiap satu ton kelapa mendapat keuntungan Rp 300 ribu hingga Rp 400 Ribu. DIa menggunakan truk kecil yang mampu menampung sepuluh ton kelapa. Usaha ini dilakukannya tujuh tahun terakhir.

"Maksimalnya, per minggu itu dapat empat ton. Sebenarnya kopra lebih untung, tapi prosesnya ribet. Jadi saya jadi pengumpul kelapa saja, meski hasilnya lebih kecil," jelasnya.

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help