TribunManado/

Lansia Leleko Mengapung di Bak Mandi

Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Minahasa heboh. Sosok mayat ditemukan di tempat mandi keluarga.

Lansia Leleko Mengapung di Bak Mandi
tribun manado
Petugas mengevakuasi jenasah Oma Agustien di Desa Leleko, Jumat (19/5/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Minahasa heboh. Sosok
mayat ditemukan di tempat mandi keluarga Suoth-Putong, Jumat (19/5), pukul 11.00 Wita.

Korban dikenali bernama Agustien Suoth-Putong (76). Dia ditemukan mengapung di bak mandi air panas yang berada tepat di belakang rumah.

Posisi korban saat ditemukan tertelungkup, menggunakan penutup kepala, kondisi badan sudah membengkak. Di satu sisi bak mandi ada perlengkapan mandi.

Korban ditemukan pertama kali oleh Agustin Supit (70), adik ipar yang tinggal tak jauh dari lokasi. "Saya di telepon oleh anaknya dari Manado. Dia minta tolong sama saya agar melihat ibunya di rumah, karena dia telepon sudah tidak diangkat," katanya.

Agustin kemudian datang ke lokasi, namun pagar depan terkunci. Dia terpaksa memanjat pagar dan menemukan rumah dua lantai tersebut pintunya terkunci, namun pintu di lantai atas terbuka.

"Saya masuk dari atas kemudian turun ke lantai satu, saya lihat di kamar tidak ada, saya periksa terus dan tembus di pintu belakang yang sudah terbuka, sampai di pintu belakang perasaan saya sudah tidak enak, dan tercium bau busuk," jelasnya.

Ia kemudian berjalan sedikit untuk melihat tempat mandi yang hanya beberapa meter di belakang rumah dan alangkah terkejutnya ia saat melihat korban sudah mengapung di bak mandi.
"Saya tengok ke dalam kamar mandi yang tidak tertutup kain penutupnya, saya kaget saat melihat korban, saya langsung teriak minta tolong," jelasnya.

Petugas kepolisian dari Polsek Remboken dan Sat Reskrim Polres Minahasa bersama unit identifikasinya langsung datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi terhadap korban. Setelah itu mengevakuasi korban dan memasukkan ke kantong jenazah.

Jenazah korban juga sempat diperiksa oleh dokter Puskesmas Remboken. "Kalau dari pemeriksaan luar korban diperkirakan meninggal sudah 12 jam lebih karena sudah kaku, dan membengkak," jelas dr Lydia Runtuwene.

Kapolsek Remboken, AKP Berty Titawael mengatakan, polisi sementara melakukan pengembangan. "Keluarga menolak untuk otopsi hanya melakukan visum luar saja, namun tetap penyelidikan dilakukan," ujarnya.
Di depan rumah juga sempat ditemukan dompet korban dan beberapa kartu milik korban yang tercecer, namun sudah diamankan oleh polisi.

Di dalam rumah juga ditemukan tas korban yang masih terkunci, namun saat polisi memeriksa di dalam tas ditemukan beberapa barang berupa telepon genggam, uang tunai, kabel charger, dan beberapa barang lain.

"Beberapa barang kami amankan, tapi yang lainnya kami serahkan kepada keluarga," jelasnya.
Kanit Identifikasi, Aiptu Vecky Tumegkol mengatakan, bahwa jenazah korban akan divisum ulang di rumah sakit di Manado sesuai dengan permintaan keluarga.

"Namun tadi berdasarkan pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dugaan sementara karena pusing, sebab beberapa hari sebelumnya korban ke rumah sakit sebab di dalam tas banyak obat dari rumah sakit," kata dia. *

PENEMUAN JENAZAH
* Agustin Supit, adik ipar yang tinggal tak jauh dari lokasi ditelepon anak korban dari Manado
* Agustin kemudian datang ke rumah korban namun pagar depan terkunci
* Dia terpaksa memanjat pagar dan menemukan rumah dua lantai tersebut pintunya terkunci, namun pintu di lantai atas terbuka
* Saksi mata periksa kamar dan seisi rumah kemudian menemukan korban di tempat mandi yang hanya beberapa meter di belakang rumah

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help