TribunManado/

Kopiah Ezra Walian dan Pesan Persatuan Indonesia

Dengan mengenakan jas biru tua dan kopiah berwarna hitam di kepala, Ezra Walian berdiri gagah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kopiah Ezra Walian dan Pesan Persatuan Indonesia
Striker naturalisasi timnas Indonesia U-22, Ezra Walian, mengapungkan target pribadinya buat skuad Merah Putih. 

Presiden Joko Widodo pun telah berpesan agar gesekan-gesekan yang di dalam masyarakat untuk segera dihentikan.

"Karena kita ini adalah saudara. Jangan saling menjelekan. Karena kita ini adalah saudara. Jangan saling memfitnah. Karena kita ini adalah bersaudara. Jangan saling menolak," kata Jokowi dalam sepenggal pidatonya, seusai menerima sejumlah tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017).

Karena kita ini adalah saudara. Jangan kita saling mendemo. Habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif seperti itu. Kita adalah saudara. Saudara sebangsa dan setanah air," tuturnya lagi. 

Presiden sadar betul bahwa pertikaian dan perpecahan memang tak akan membuat bangsa ini maju. Karena itu, hanya berselang dua hari, Jokowi kembali berujar untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak produktif.

Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Internal Pemerintah Tahun 2017 di Istana Negara, Kamis (18/5/017) siang, Jokowi mengatakan, dunia berubah sedemikian cepatnya akibat teknologi.

"Kita belum rampung belajar satu, sudah berubah ke yang lain. Inilah yang sering saya katakan, perubahan sangat cepat sekali karena teknologi," tutur dia.

"Kita masih berkutat pada hal-hal yang tidak produktif. Urusan demo, urusan fitnah, urusan hujat menghujat yang tidak produktif. Kita selalu mengembangkan negative thinking kita kepada yang lain, selalu su'udzon kepada yang lain. Fitnah, kabar bohong. Apakah ini mau diterus-teruskan?" tegas dia.

Karena itu, mari hentikanlah pertikaian. Mari kembali saling menghormati dan mencintai sesama tanpa memandang suku, agama, dan ras. 

Apalagi, Presiden Soekarno tegas menyatakan bahwa negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke.

FERRIL DENNYS SITORUS

KOMPAS.COM

Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help