TribunManado/

Kopiah Ezra Walian dan Pesan Persatuan Indonesia

Dengan mengenakan jas biru tua dan kopiah berwarna hitam di kepala, Ezra Walian berdiri gagah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kopiah Ezra Walian dan Pesan Persatuan Indonesia
Striker naturalisasi timnas Indonesia U-22, Ezra Walian, mengapungkan target pribadinya buat skuad Merah Putih. 

Namun, saat itu, Lilipaly dan kolega gagal mengangkat piala. Dia tidak terpuruk meratapi kegagalan itu. Dia malah membakar nasionalisme kita dengan pernyataan yang heroik.

Lewat akun Instagram-nya, dia menulis,"Saya mohon maaf kepada semuanya karena kami belum bisa membawa pulang piala itu."

"Tetapi saya pikir piala itu tidak terlalu penting karena piala hanyalah sebuah simbol. Yang terpenting adalah cara kami berjuang. Kami semua bekerja sama demi negeri kita tercinta INDONESIA. Kami berhasil menyatukan seluruh masyarakat Indonesia bersama dan ini hanya terjadi di sepak bola dan saya sangat bangga akan hal tersebut."

"Kita tidak butuh piala AFF dan semacamnya, yang kita butuhkan adalah kecintaan dan perjuangan sampai mati untuk membuat negeri lebih baik lagi dalam segala hal. Kita semua bersatu di sini dan kita semua berdiri bersama. Saya merasa sangat bangga menjadi orang Indonesia. Kita tunjukkan pada semua siapa kita (INDONESIA)!!! One day we will bring this Trophy Home."

Menceritakan kecintaan Ezra Walian dan Lilipaly pada Indonesia membuat saya teringat dengan selebrasi trio Bali United. Yabes Roni, Miftahul Hamdi, dan Ricki Fajrin meampilkan potret keberagaman melalui perayaan gol saat Bali United menang 3-0 atas Borneo FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (14/5/2017).

Seusai mencetak gol kedua pada menit ke-78,  Yabes berlari ke sudut lapangan untuk merayakan golnya. Miftahul dan pemain lain juga tampak menghampiri Yabes untuk merayakan gol pemain asal Alor tersebut.

Yabes lalu berlutut sambil berdoa. Di samping Yabes, Miftahul dan Ricki Fajrin bersujud. 

Selebrasi ketiga pemain tersebut mengundang reaksi positif dari netizen. Banyak yang memuji karena selebrasi tersebut perwujudan dari Bhineka Tunggal Ika menjadi semboyan Indonesia. 

Cinta Ezra, Lilipaly, dan selebrasi keberagaman ala trio Bali United seharusnya sudah cukup menyadarkan kita untuk berhenti saling mencaci, menghina, dan menghujat antar sesama bangsa Indonesia. Kita harus tetap bersatu dan menghormati perbedaan.

Merenungkan pesan Soekarno

Halaman
1234
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help