TribunManado/

Komnas HAM Tegas Tolak Dana Saweran Alumni Aksi 212 untuk Temui Rizieq Shihab

Untuk diketahui Komnas HAM membentuk tim investigasi kasus dugaan kriminalisasi terhadap sejumlah orang, termasuk sejumlah ulama.

Komnas HAM Tegas Tolak Dana Saweran Alumni Aksi 212 untuk Temui Rizieq Shihab
Tribunnews.com
Amien Rais (duduk, kedua dari kanan), Ansufri Idrus Sambo atau Ustaz Sambo (berdiri di belakang Amien Rais), dan Natalius Pigai (duduk, ketiga dari kanan), dalam konfrensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua presidium alumni 212, Ustad Ansufri Idrus Sambo berharap Komnas HAM dapat meminta keterangan Rizieq Shihab di Arab Saudi ‎untuk menginvestigasi kasus dugaan kriminalisasi ulama.

Untuk diketahui Komnas HAM membentuk tim investigasi kasus dugaan kriminalisasi terhadap sejumlah orang, termasuk sejumlah ulama.

 
"Kami meminta kepada Komnas HAM untuk bertemu langsung Habib Rizieq di Arab Saudi. Kami meminta kepada komisioner, kenapa tidak bisa datang, " kata Ustad Sambo di kantor Komnas HAM, Jalan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (19/4/2017).

Apabila kendala Komnas HAM tidak bisa mendatangi Rizieq kare‎na masalah dana, pihaknya menurut Sambo akan iuran.

Ia akan mengumpulkan dana untuk biaya operasional Komnas HAM.

‎"Kalau kurang dana, kami akan saweran. Kita akan memberikan dukungan. Ini bagian dari perjuangan, sekaligus penghinaan kepada pemerintah, masa untuk menuntaskan kasus HAM tidak ada uang," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil ketua Komnas HAM, Ansori Sinungan tidak menampik bahwa dana menjadi kendala untuk memperoleh keterangan Rizie‎q Shihab.

Karena pimpinan Front Pembela Islam tersebut kini sedang berada di luar negeri.

"Investigasi dimana pun bisa dilakukan, mau sampai Alaska juga boleh. Tapi kami beda, kalau lembaga lain kan dananya banyak, tapi ya, DPR bilang anggaran kami memang kecil, mau keluar negeri aja dipermasalahkan," kata Ansori.

Sementara itu, di tempat yang sama, komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai ‎mengatakan pihaknya tidak bisa menerima sumbangan meskipun kekurangan dana.

Komnas HAM merupakan lembaga negara yang harus independen.

"Haram hukumnya bagi kami menerima uang dari luar, karena kami harus independen," ucapnya.

Editor: Ribut_Raharja
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help