TribunManado/

Geliat Usaha Rumah Makan di Jalan Trans Sulawesi, Oma Yulmin Mampu Kuliahkan Anaknya

Jalan trans sulawesi tak pernah sepi dari pelintas setiap harinya.Kondisi ini mendatangkan berkah bagi warga sekitarnya.

Geliat Usaha Rumah Makan di Jalan Trans Sulawesi, Oma Yulmin Mampu Kuliahkan Anaknya
TRIBUNMANADO/WARSTEFF ABISADA
Oma Yulmin Laiya, warga Desa Kuala Utara yang menekuni usaha rumah makan di jalan trans sulawesi di Bolaang Mongondow Utara 

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO - Jalan trans sulawesi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltim) mampu mendorong perekonomian masyarakat yang membuka usaha rumah makan di jalur tersebut.

Jalan trans sulawesi tak pernah sepi dari pelintas setiap harinya. Ribuan kendaraan dari berbagai daerah melalui jalur tersebut. Kondisi ini mendatangkan berkah bagi warga sekitarnya.

"Rumah makan ini sudah puluhan tahun tak pernah sepi. Selalu ada masyarakat dari luar daerah yang singgah untuk makan di sini,’’ kata Yulmin Laiya, warga Desa Kuala Utara, Kecamatan Kaidipang, Kamis (18/5/2017) malam.

Rumah Makan Kelvin milik Yulmin  mudah diakses, hanya 10 meter dari bahu jalan trans sulawesi. Rumah makan tersebut sudah berusia puluhan tahun tapi tampak terawat.

"Rumah makan merupakan usaha yang paling bagus karena mendapat untung besar, bisa juga kebutuhan makan keluarga setiap hari,’’ tutur Wanita yang memiliki empat anak dan 11 orang cucu ini

Awalnya Ia tak memiliki mimpi membuka rumah makan. Namun usahanya berjualan gagal, warungnya tutup. Perisitiwa itu menjadi titik balik baginya, sukses menekuni usaha rumah makan.

"Saya mencoba buka usaha rumah makan. Hasilnya luar biasa hingga bisa menyekolahkan anak-anak tuntas di perguruan tinggi dan menjadi pegawai negeri sipil,’’ ujarnya.

Oma Yulmin tak lagi mencari untung dari rumah makan itu, tapi Ia ingin menolong para pengendara luar daerah. Ada kepuasan batin baginya, ketika melihat orang lain dapat menghilangkan lapar dan dahaga di rumah makannya.

"Terkadang, saya gratiskan mereka menginap. Jika menempuh perjalanan jauh,’’ tegasnya.

Rumah makan om Yulmin memiliki menu ikan bakar yang harganya terjangkau. Pelanggannya pun tak sedikit, ada yang dari Manado.

‘’Penghasilan tetap ada meski tak banyak. Sebab tujuan utama saat ini membantu mereka (pengendara), tak hanya sekadar mencari omset,’’ jelasnya.

Pemilik rumah makan lainnya, Om Nini mengaku rumah makan miliknya menjadi langganan para pejabat luar daerah. Menu ikan segar yang dibakar dan digoreng dengan tepung menjadi andalan rumah makan Laviesta tersebut.

"Menu andalan disini tetap ikan bakar, banyak yang suka karena  masih segar,’’ katanya.

Ikan-ikan tersebut berasal dari nelayan setempat, sehingga masih segar. Ia bahkan harus membuka usaha pemesanan makanan karena banyak yang menyukai menu rumah makannya.

Rumah makan miliknya kini mempekerjakan sepuluh orang. Rumah makan Laviesta memiliki pemandangan pantai yang indah dan bunga-bunga anggrek di sekitarnya.

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help