TribunManado/

Benarkah Raja Pertama Bolaang Mongondow dari Telur? Ini Sekilas Kisahnya

Hamri Manoppo, ketua tim juri lomba tersebut menjelaskan itu bukan telur melainkan bayi masih terbungkus dengan plasenta yang berbentuk seperti telur.

Benarkah Raja Pertama Bolaang Mongondow dari Telur? Ini Sekilas Kisahnya
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Peserta lomba bacirita cerita rakyat daerah Bolmong sedang menyampaikan ceritanya, Jumat (19/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Raja pertama Kerajaan Bolaang Mongondow (Bolmong) lahir dari telur besar. Demikian sepenggal cerita yang disampaikan Marsya Natania Yumico Papona.

Masya merupakan siswa SMP Kristen Kotamobagu, satu diantara peserta lomba bacirita cerita rakyat daerah Bolmong, di halaman Gedung Bobakidan Kelurahan Kotobangon, Kotamobagu Timur, pada Jumat (19/5/2017).

Masya menceritakan. Alkisah, Bogani Amalie dengan istrinya Inalie mencari ikan di sungai. Mereka menyusuri anak sungai Tabagomamang (cabang sungai besar Dumoga), mulai dari muara berjalan ke hulu mata air.

Mereka belum mendapatkan ikan seekor pun hingga di hulu. Mereka pun kelelahan, lalu duduk sebentar.

Ketika itu, mereka melihat di tengah semak dan dahan-dahan sebuah sarang burung. Dalam sarang itu mereka menemukan telur yang lebih besar.

Keduanya pun membawa pulang telur tersebut. Mereka lupa merebus yang masih disimpan dalam bakul. Enam hari kemudian, terjadilah angin ribut, gemuruh, kilat, hujan lebat, banjir, angin bertiup, dan ledakan.

Masyarakat mulai berdatangan di Bumbungon. Rumah diperiksa, seorang anak laki-laki keluar dari pecahan telur yang berada dalam bakul.

Para Bogani pun membuat kesepakatan dan menamakan anak itu, Mokodoludut atau gemuruh bunyi. Anak itulah kelak menjadi raja pertama Kabupaten Bolaang Mongondow.

Nur Dampi guru pembimbing Marsya mengatakan cerita ini memang sudah ada di sekolahnya."Itu yang kemudian kita ajarkan kepada siswa. Di internet juga ada cerita itu," ujar dia.

Hamri Manoppo, ketua tim juri lomba tersebut menjelaskan itu bukan telur melainkan bayi masih terbungkus dengan plasenta yang berbentuk seperti telur.

"Jadi bukan telur, melainkan plasenta yang berbentuk telur yang dibuang," ujar mantan Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Bolmong ini.

Hamim Ambaru, juri lainnya mengatakan anak tersebut dilahirkan oleh manusia yakni Salamatiti, putri dari Budolangit.

"Saat melahirkan putri mengira itu penyakit dan buang ke sungai disertai mantra-mantra. Akhirnya ditemukan oleh Bogani Amalie dengan istrinya Inalie. Plasenta itu dalam bentuk telur yang dikerumuni oleh burung-burung," ujarnya.

Kegiatan lomba ini digelar oleh balai pelestarian nilai budaya Sulutenggo. Sebanyak 78 peserta mengikuti kegiatan yang digelar selama dua hari ini.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help