TribunManado/

Tetty Minta Pejabat Bantu Pemeriksaan KPK

Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu meminta seluruh pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah.

Tetty Minta Pejabat Bantu Pemeriksaan KPK
Tribun Manado
Almarhum Drs Ben Watung Jenazah kemudian dibawa ke Kantor Bupati Minsel, Kamis (20/10/2016). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu meminta seluruh pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat bekerja sama dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu sedang memeriksa sejumlah data di Pemerintahan Kabupaten Minsel, Kamis (18/5).

"Bagi pemerintah, langkah KPK ini membuktikan bahwa mereka perhatian dengan administrasi keuangan di Kabupaten Minsel. Bahkan nantinya jika KPK memerlukan data tambahan maka Pemkab Minsel bersedia memberikannya. Ini pesan langsung dari ibu Bupati," kata Kepala Bagian (Kaban) Hubungan Masyarakat (Humas) dana Protokoler, Henri Palit.
KPK dikabarkan sedang menyelidiki kasus tunjangan guru sertifikasi di Minsel.

Pantauan Tribun Manado, mobil Toyota Kijang Innova DB 2728 AP parkir di depan Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Minsel setelah sebelumnya selama 10 jam KPK melakukan pemeriksaan terkait dana sertifikasi yang disinyalir bermasalah. Empat staf KPK (dua laki dan dua perempuan) terlihat tergesa-gesa keluar ruangan.

Anggota Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) ikut mengawal. Sambil terus mengarahkan pandangan ke bawah, mereka menuju ke dalam mobil tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Tidak jelas wajah dari staf KPK ini karena sengaja ditutup dengan masker.

Selain staf KPK, Sekretaris Daerah Minsel, Danny Rindengan juga meninggalkan kantor tanpa mengeluarkan pernyataan dan langsung masuk ke mobil dinas dan meninggalkan Kantor Bupati.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Asosiasi Guru Indonesia Sejahtera (AGIS) Minsel, Meyke Poluan menyebut sisa tunjangan sertifikasi guru tahun 2014 dan 2015 semakin kabur.
Lanjut Poluan, hingga akhir 30 Desember 2016 tunjangan sertifikasi 2014 dan 2015 yang total sebesar Rp 48 miliar belum juga disalurkan ke rekening guru. *

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help