TribunManado/

Siswi SMP Penerima Beasiswa Mensos Jadi Juara

Syalom Pelealu, siswa kelas 3 SMPN 1 Tondano mampu meraih prestasi. Sejak SD juara pertama.

Siswi SMP Penerima Beasiswa Mensos Jadi Juara
tribun manado
Syalom Pelealu, siswi SMP penerima beasiswa Mensos sedang membaca buku. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Syalom Pelealu, siswa kelas 3 SMPN 1 Tondano mampu meraih prestasi.
Sejak SD juara pertama sudah sering ia cicipi hingga SMP pun demikian. Meski kadang juga (prestasi) ada yang naik turun, tapi tak pernah keluar dari empat besar.

Motivasinya hanya satu yaitu ia ingin membuat prestasi untuk mengubah ekonomi keluarganya. "Saya ingin jadi perawat supaya bisa ubah ekonomi keluarga dan menolong orang banyak," ujarnya, Kamis (18/5).

Untuk bersekolah ia diringankan dengan bantuan program keluarga harapan (PKH) dari pemerintah. Saat Mensos RI Khofifah Indar Parawansa datang, ia diberikan beasiswa oleh BRI selama setahun, lantaran prestasinya meraih juara satu.

Meski nilai beasiswa Rp 250 ribu per bulan, namun itu sangat disyukurinya. "Sangat senang, untuk pakai beli perlengkapan sekolah, dan memang baru kali ini dapat beasiswa seperti ini," ujar putri pasangan Levi Pelealu dan Siegfriena Lesar ini.

Prestasi yang dibuatnya juga lantaran ia mengingat perjuangan orangtua untuk menyekolahkan dirinya. "Saya kalau ujian target harus jadi juara satu, karena ingat orangtua juga, dan kadang kecewa kalau tidak dapat juara satu," jelas dia. Ia juga mengaku pernah protes lantaran nilai merosot akibat disuruh sekolah untuk ikut berbagai kegiatan ekskul.

Kini ia tinggal menunggu hasil kelulusan untuk melanjutkan pendidikannya. "Saya mau masuk SMK Keperawatan, supaya nanti bisa jadi perawat," kata kakak dari dua adik ini.

Di dalam keluarga ini jarang terlihat belajar, namun ternyata di sekolah ia aktif. "Saya selalu bertanya kepada guru, juga kuat menghafal, dan memperhatikan penjelasan guru, pelajaran yang saya suka itu matematika," ujar dia.
Menurutnya, dana PKH yang didapat oleh keluarganya juga sangat membantu. "Buku tabungan saya berikan ke ibu, takut saya habiskan," ujarnya.

Syalom tak hanya berprestasi tapi juga aktif di berbagai kegiatan sekolah seperti OSIS dan ekskul lainnya.
Mendapatkan bantuan PKH merupakan sebuah harapan untuknya meraih cita-citanya, lantaran ibu dan ayahnya berpenghasilan tidak tetap, ibunya sebagai tenaga kontrak dan ayahnya kerja serabutan. Mereka juga kini tinggal menjaga kantor Lurah Liningaan. *

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help