TribunManado/

Pembuat Uang Palsu Mengaku Ingin Kaya Raya

RK (28), warga Desa Talawaan, Minahasa Utara yang jadi tersangka pengedar uang palsu di satu kafe di Pusat Kota Bitung.

Pembuat Uang Palsu Mengaku Ingin Kaya Raya
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Ilustrasi 

BITUNG, TRIBUN - RK (28), warga Desa Talawaan, Minahasa Utara yang jadi tersangka pengedar uang palsu di satu kafe di Pusat Kota Bitung, Rabu (17/5) dini hari, ternyata membuat sendiri uang palsu itu.

Caranya ia men-scan pecahan uang kertas Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu kemudian di-print. Ingin punya banyak uang adalah motivasi utama RK melakukan perbuatan itu. "Saya ingin banyak uang," kata dia kepada penyidik Polsek Maesa, Kota Bitung.
Ide untuk membuat uang palsu datang ketika dia melihat banyak uang di sebuah supermarket.
Terpikir olehnya untuk memproduksi uang.

"Sederhana saja, scan lantas print," kata dia.
Untuk mewujudkan idenya itu, dibelinya print, tinta serta kertas.
Beberapa kali mencoba, sukses, diapun ingin mengujinya. Teman-temannya ia ajak pesta di sebuah kafe di Bitung. "Saya berhasil cetak puluhan uang Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu," beber dia.

Kepada teman-temannya, ia menjanjikan bisnis dengan dirinya sebagai bos. "Saya janji gaji Rp 8 juta per bulan," kata dia. Ia mengaku baru sekali membuat uang palsu yang langsung diedarkan.
Ingin cepat kaya membuat pelaku tidak sadar konsekuensi dari perbuatannya. Bahkan ia telah berencana membuat uang palsu lagi karena tinta masih cukup.

Kapolsek Maesa Kompol Moh Kamidin mengatakan, pihaknya menyita sebuah printer serta pecahan uang kertas. "Kami sita di rumahnya," ujar dia.
Diungkap Kamidin, pelaku mengaku membuat sendiri uang itu. Kendati demikian, aparat masih menyelidiki kemungkinannya terlibat dalam sindikasi.

Ungkap Kamidin, pelaku terancam hukuman berlapis. "Undang-undang nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Pasal 36 ayat 1 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Kemudian ayat 3 ancaman hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 50 miliar," kata dia. *

STORY HIGHLIGHTS
* Caranya ia men-scan pecahan uang kertas Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu kemudian di-print
* Ide untuk membuat uang palsu datang ketika dia melihat banyak uang di sebuah supermarket
* Dijerat UU nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Pasal 36 ayat 1 dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda 10 miliar. Kemudian ayat 3 ancaman hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 50 miliar

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help