TribunManado/

Objek Wisata Santuary Maleo, Sebulan Dikunjungi 40 Wisatawan Asing

Tempat ini dibangun sebagai apresiasi pemerintah pusat bahwa Taman Nasional Bogani Nani Warta Bone berhasil meningkatkan populasi Maleo, yang terancam

Objek Wisata Santuary Maleo, Sebulan Dikunjungi 40 Wisatawan Asing
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Warga berfoto di patung Maleo 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Santuary Maleo, tempat penangkaran Burung Maleo baru Desember 2016 lalu diresmikan. Tempat ini berlokasi di Tambun, Dumoga Timur, Bolaang Mongondow.

Tempat ini dibangun sebagai apresiasi pemerintah pusat bahwa Taman Nasional Bogani Nani Warta Bone berhasil meningkatkan populasi Maleo, yang terancam punah

Max Welly Lelang (53), Operator Sanctuary Maleo mengatakan di kawasan seluas lima hektar ini ada sekitar 150 hingga 200 pasang Maleo. "Mereka (Maleo) ini datang dua minggu sekali hanya untuk bertelur," ujarnya, pada Kamis (18/5/2017)

Max mengatakan tak ada wisatawan lokal yang datang berkunjung ke pusat penangkaran Maleo ini. Wisatawan yang datang biasanya dari mancanegara.

"Yang datang pun bukan orang biasa, tapi yang punya niat khusus. Misalnya, pengamat burung atau ahli," ujarnya.

Biasanya kedatangan wisatawan luar pada musim panas, Juli - Oktober. Dalam sebulan wisatawan dari berbagai negara bisa mencapai 40 orang.

Warga umum pun bisa masuk ke lokasi. Ada karcis sebesar Rp 5 ribu untuk wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara Rp 160 ribu hingga Rp 375 ribu pada hari libur.

"Belum dengan jasa guide, dibayar per orang per guide. Kalau mancanegara Rp 100 ribu per orang. Kalau wisatawan lokal tinggal atur saja, karena kan ratenya beda," ujarnya.

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help