TribunManado/

Kontrak Berjangka Surat Utang, Alternatif Investasi Baru

Di awal Mei, BEI meluncurkan produk baru Kontrak Berjangka Surat Utang Negara (KBSUN) atau Indonesia Government Bond Futures (IGBF).

Kontrak Berjangka Surat Utang, Alternatif Investasi Baru
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Semakin banyak produk investasi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), semakin banyak pilihan bagi investor di pasar modal Indonesia. Instrumen investasi yang tercatat di BEI tidak hanya saham dan obligasi tetapi juga produk-produk derivatif. Di awal Mei, BEI meluncurkan produk baru Kontrak Berjangka Surat Utang Negara (KBSUN) atau Indonesia Government Bond Futures (IGBF).

KBSUN bersifat lindung nilai bagi perbankan, reksa dana, investor institusional, dana pensiun, dan perusahaan asuransi yang berfungsi untuk menjaga risiko investasi Surat Utang Negara (SUN). Pada implementasi tahap awal, aset dasar yang akan digunakan dalam produk investasi KBSUN ini adalah SUN dengan seri acuan (benchmark) 5 tahun dan SUN dengan seri acuan 10 tahun. Outstanding Surat Utang yang tercatat di BEI per 31 Maret 2017 mencapai Rp2.213 triliun, yang terdiri dari 85,46% Surat Berharga Negara dan 14,53% obligasi korporasi.

Investor pasar modal yang terutama membutuhkan produk KBSUN adalah investor institusi seperti perbankan, reksa dana, investor institusional, dana pensiun, dan perusahaan asuransi yang memiliki portofolio investasi Surat Utang Negara (SUN). Investor-investor ini menanggung porsi besar dari risiko kenaikan atau penurunan tingkat suku bunga atas investasi mereka di Surat Utang Negara (SUN) yang bisa dilindungi dengan memiliki produk KBSUN.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya berharap kontrak berjangka yang telah diluncurkan ini dapat menjadi sarana lindung nilai bagi investor yang ingin melindungi portofolio mereka di pasar surat utang dari kenaikan yield atau penurunan harga. Menurutnya, peluncuran KBSUN menambah ragam produk investasi di pasar modal Indonesia dan meningkatkan likuiditas pasar Surat Utang Negara (SUN).

KBSUN memberikan kesempatan investor melakukan lindung nilai atau mengelola risiko inheren pada portofolio mereka. Manajer portofolio juga dapat memperoleh manfaat dari produk ini. Mereka dapat menggunakan KBSUN untuk menaikkan atau menurunkan total modified duration pada portofolio karena pergerakan paralel suku bunga akan memiliki dampak yang kecil terhadap nilai portofolio.

Peluncuran KBSUN didukung Anggota Bursa Derivatif yang telah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung perdagangan KBSUN. Anggota Bursa yang berpartisipasi adalah Binaartha Sekuritas, Henan Putihrai Sekuritas, Nikko Sekuritas Indonesia, Pacific 2000 Sekuritas, RHB Sekuritas Indonesia, Trimegah Sekuritas Indonesia, Universal Broker Sekuritas Indonesia, dan Valbury Sekuritas Indonesia.

Peluncuran produk ini didukung aturan yang mengatur perdagangan, serta peraturan kliring dan penjaminannya yang telah disetujui oleh OJK. Adapun terkait dengan perdagangan KBSUN, BEI dan KPEI akan menggunakan existing system yaitu JATS Next-G Multimarket dan Sistem Kliring Derivatif (SKD) dan Standard Portfolio Analysis of Risk (SPAN®) yang dapat melakukan proses kliring dan manajemen risiko secara realtime terhadap produk kontrak berjangka ini. Sedangkan informasi harga asset dasar disediakan melalui website PHEI (Indonesia Bonds Price Agency/IBPA)

Ke depannya, KBSUN diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia sehingga dapat mendukung peningkatan nilai transaksi, jumlah investor, dan peningkatan daya tahan Pasar Modal Indonesia terhadap volatilitas pasar global di masa depan.  (TIM BEI)

Artikel ini kerja sama BEI Manado dan Tribun Manado.

Editor: Ribut_Raharja
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help