TribunManado/

Terlalu Mahal, Sekali Angkut Sampah Bayar Rp 200 ribu

"Tiap angkat sampah diminta untuk membayar Rp 200 ribu. Kalau tidak bayar, mereka tidak mau angkat sampahnya,"

Terlalu Mahal, Sekali Angkut Sampah Bayar Rp 200 ribu
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
truk sampah di Manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO -Lucky Oroh pemilik rumah makan di Langowan mengaku terkejut atas kenaikan biaya retribusi sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minahasa.

Lucky mengungkapkan kenaikan tagihan retribusi sampah tersebut cukup signifikan, selama ini hanya membayar Rp 50 ribu per bulan. Namun, kini ia diminta membayar Rp 200 ribu per dump truk.

"Tiap angkat sampah diminta untuk membayar Rp 200 ribu. Kalau tidak bayar, mereka tidak mau angkat sampahnya," jelas dia, pada Rabu (17/5/2017)

Dia menambahkan, biaya tersebut terlalu besar dan memberatkan usaha rumah makan. Apalagi tak ada sosialisasi terkait kenaikan retribusi sampah tersebut.

"Saya mau bayar kalau tarif seperti biasa. Tapi kalau tarif yang mereka minta, saya tidak mau bayar. Sampahnya yang sudah menumpuk," jelas dia.

Kadis Lingkungan Hidup Minahasa Alva Montong mengaku, kaget mendengar informasi tersebut. Ia membantah naiknya biaya retribusi sampah hingga mencapai Rp 200 ribu. Biaya retribusi sampah hanya sekitar Rp 50 ribu per bulan.

"Ah masa ada seperti itu. Tidak boleh itu, kan ada perda yang mengatur. Bayar saja sesuai perda. Saya tahu kami tidak ada pungutan kebersihan semahal itu, apalagi sampai Rp 200 ribu per truk," ujarnya.

Dia berharap pengusaha rumah makan melaporkan masalah tersebut ke pihaknya agar bisa ditindaklanjuti.

"Datang dan laporkan kepada kami. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi," jelasnya.

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help