TribunManado/

Elyanus Pongsoda

Otoritas Jasa Keuangan Monitoring Fintech di Sulut

Kredit ada suku bunga, ada agunan, bahkan belanja online itu juga bagian fintech

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) terus melakukan monitoring perkembangan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) atau Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending.

Upaya ini dilakukan agar tak ada masyarakat dirugikan. "Kami terus melakukan monitoring terhadap perkembangam fintech," ujar Kepala OJK Sulutgomalut, Elyanus Pongsoda, pada Senin (15/5/2017).

Pongsoda menambahkan sejauh ini belum sampai ke tahap yang mengkhawatirkan. Namun, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap perkembangannya.

Sebanyak 160 perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang fintech. "Untuk di Sulut sampai saat ini belum ada," ungkapnya.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Industri LPMUBTI atau Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending dapat bertumbuh dan menjadi alternatif sumber pembiayaan baru bagi masyarakat.

Penyelenggara Fintech P2P Lending diharapkan dapat membuka akses dana pinjaman, baik dari luar negeri maupun dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi penyelenggara diharapkan menyiapkan teknologi standar yang ditetapkan.

"Ini sama seperti kredit ada suku bunga, ada agunan, bahkan belanja online itu juga bagian fintech. Ini jadi alternatif pendanaan, sehingga diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, OJK terus melakukan monitoring," katanya.

Penulis: Herviansyah
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help