TribunManado/

Kepsek SD Jemput Siswa di Rumah

Hujan deras di Kota Bitung, Senin (15/5), pukul 08.00 Wita, tak dihiraukan para guru SD Negeri 1 Bitung.

Kepsek SD Jemput Siswa di Rumah
Tribun Manado
Walikota dan Wakil Walikota Bitung Saat pelaksaan UN SD 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Hujan deras di Kota Bitung, Senin (15/5), pukul 08.00 Wita, tak dihiraukan para guru SD Negeri 1 Bitung.

Dengan berlindung pada payung, mereka menyusuri jalanan yang kala itu berlumpur untuk menjemput sejumlah siswa peserta ujian akhir berstandar nasional di rumah masing-masing.

Rumah para siswa umumnya berada tak jauh dari sekolah. Raut wajah mereka yang panik berganti ceria kala sang murid yang dicari telah turut bersama.

Wajah para siswa seceria gurunya. Tiba di sekolah, para murid segera melakukan hal yang sering diajarkan para guru dalam pelajaran budi pekerti menciumi tangan Kepala SD Negeri 1 Bitung Maria Siby serta tangan para guru lainnya.

Siby mengatakan, keputusan menjemput para siswa dilakukan karena mereka tak nampak di kelas saat ujian akan dimulai. "Sayang kan jika mereka tak ujian, kami putuskan untuk menjemput mereka," beber dia.
Dikatakan Maria, para siswa yang dijemput tidak sakit. Kendala mereka adalah cuaca hingga persoalan keluarga.

"Kami berbicara dengan orangtua mereka dari hati ke hati, dan akhirnya anak bisa ikut ujian," kata dia.
Diungkap Siby, para siswa tersebut tidak terlambat mengikuti ujian. Mereka bisa menyelesaikan ujian dengan baik.

"Untuk ujian selanjutnya kami harapkan tak ada halangan bagi siswa untuk me gikuti ujian," kata dia.
Maria mengatakan, menjemput siswa merupakan komitmen sekolah agar supaya tak ada siswa putus sekolah.

Dibeber Maria, sekolah memiliki program untuk menjemput siswa yang putus sekolah sebagaimana program Wali Kota Bitung Max Lomban. "Jika mereka tidak punya sepatu maka kita belikan, pokoknya semua harus sekolah," beber dia.

Anggapan umum, kedatangan pejabat untuk membuka naskah kertas ujian hanyalah seremonial belaka.
Namun anggapan itu tak sepenuhnya benar jika melihat para siswa di SDN Inpres 7/83 Girian Weru. Semangat mereka bangkit saat diceramahi Sekkot Bitung Audy Pangemanan yang membuka soal di sekolah itu. Audy bercerita mengenai masa lalunya dari keluarga yang kurang mampu, lantas bagaimana ia berjuang meraih mimpi.

"Anak anak musti sekolah, dengan sekolah, kehidupan bisa berubah, apalagi segalanya sangat mudah saat ini, sekolah gratis beda dengan dulu harus keluar uang banyak," kata Audi.

Kepsek Antje Lele membeber, anak-anak bersemangat ujian saat mendengar ceramah Audi. Hal itu nampak benar dari raut wajah mereka yang bersemangat setelah sebelumnya begitu tegang.
"Mereka bersemangat ikut ujian bahasa indonesia," kata dia.

Mira salah satu siswa mengaku bisa konsentrasi mendengar penuturan Audi. "Pak Sekkot cerita pengalamannya kami jadi semangat," kata dia

Kadis Pendidikan kota Bitung Julius Ondang mengatakan, peserta USBN berjumlah 3.769, terdiri dari 1.935 laki laki dan 1.836 perempuan.

"Sekolah penyelenggara berjumlah 109 sekolah," kata dia.
Wali Kota Bitung Max Lomban membuka naskah ujian di SD GMIM 2 Madidir, Wawali Maurits Mantiri di SD GMIM 1 Bitung. *

UN SD KOTA BITUNG
* Total 3.769 peserta
* 1.935 laki laki
* 1.836 perempuan
* Sekolah penyelenggara 109 SD

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help