TribunManado/

Bocah 10 Tahun Selamatkan Adik dari Kepungan Api

Rex Melo (10) tengah terlelap ketika sang adik Elisabel (6) menguncang tubuhnya. Rex pun terbangun, masih diserang.

Bocah 10 Tahun Selamatkan Adik dari Kepungan Api
FACEBBOK ARKY DANIEL PIYOH
Ilustrasi. Kebakaran di ruas jalan Manado-Tomohon, tepatnya di Warembungan. (Facebook Arky Daniel Piyoh) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Rex Melo (10) tengah terlelap ketika sang adik Elisabel (6) menguncang tubuhnya. Rex pun terbangun, masih diserang kantuk mendadak mendengar kabar musibah dari adiknya. "Kak, rumah so tabakar," ujar sang adik dengan polosnya.

Selasa (16/5) pagi, kakak beradik itu sedang berada di rumah tinggal mereka di Lingkungan V, Kelurahan Kamasi, Tomohon Tengah.
Kebetulan pagi itu kedua orangtua mereka sedang keluar mengantar seorang saudara ke sekolah.

Dari dalam kamar tidur Rex menyaksikan api sudah berkobar di langit rumah. Kakak beradik itu terkepung kobaran api. Rex langsung meneriaki sang adik untuk menyelamatkan diri. Rex berada di ruang tamu lokasi pusat api berkobar, sementara adik ada di kamar.

Teriakan Rex tak direspon sang adik yang tengah dilanda ketakutan.
Cepat-cepat sang kakak masuk kembali ke kamar menarik paksa adiknya keluar.
Rex dan Elisabel selamat dari maut.

"Nda ada lain-lain ada sekeluar cuma ta pe ade," kata Rex kepada Tribun Manado.
Liberti Melo, pemilik rumah yang diamuk jago merah tak menyangka bisa kena musibah.

Pagi itu pukul 07.00 Wita, ia dan istri keluar rumah mengantar seorang anaknya ke sekolah.
Rex dan adiknya ketika ditinggal masih terlelap.
Tak sampai sejam kembali ke rumah, dia menyaksikan api sudah membakar seluruh rumah.

"Cepat sekali kejadiannya tak sampai sejam kami keluar balik lagi rumah sudah terbakar," kata dia.
Saat meninggalkan rumah tak ada alat elektronik yang ditinggal dalam keadaan terpasang. Kalau pun ada hanya cars ponsel.

Kecurigaan Liberti pun mengarah ke hubungan arus pendek (korsleting) listrik hingga memantik api.
Apalagi sumber api berawal dari bagian loteng rumah tempat terpasangnya instalasi listrik.

Muncul dugaan ada kesalahan teknis pada instalasi listrik. Dua pekan lalu ada pemindahan meteran listrik dari tempat lama ke tempat baru.

"Usai dipindahkan ke tempat baru terbakar, dulu waktu masih di tempat lama sampai tahunan tidak ada kejadian begini," ungkapnya.

Informasi dari petugas pemadam, kata Liberti, saat kebakaran berlangsung dan proses pemadaman api, listrik masih mengalir.

"Kalau arus pendek kan harusnya listrik mati. Saya curiga ada kesalahan teknis," ungkapnya.
Adapun sebanyak empat mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi kejadian. Meski begitu tak menyelamatkan rumah dan isinya. Bagian rangka atap dari kayu dan seluruh perabotan ludes bersisa dinding beton.
Liberti mengungkapkan kerugian ditafsir mencapai Rp 800 juta.

Rumah dua kamar itu ditafsirnya bernimai Rp 500 juta. Sisanya perabotan dan barang eletronik premium.
"Pakaian, surat berharga semua habis. Tak ada yang berhasil dibawa keluar. Syukur anak-anak selamat," kata pengusaha rumah panggung itu. *

KRONOLOGI
* Rex Melo tengah terlelap dibangunkan Elisabel
* Dari dalam kamar tidur Rex menyaksikan api sudah berkobar di langit rumah
* Kakak beradik itu terkepung kobaran api
* Rex langsung meneriaki sang adik untuk menyelamatkan diri
* Cepat-cepat sang kakak masuk kembali ke kamar menarik paksa adiknya keluar. Rex dan Elisabel selamat dari maut

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help