TribunManado/

Ritual Adat Sambut Tim Penilai Lomba Desa Kelurahan di Kotamobagu

"Sudah bagus. Namun, kita lihat dulu di kabupaten lain. Saya senang disini itu, partisipasi dan pemberdayaan masyarakatnya baik,"

Ritual Adat Sambut Tim Penilai Lomba Desa Kelurahan di Kotamobagu
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Ferdinand Singal, Ketua Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Kelurahan tingkat Provinsi Sulut disambut dengan Itu Itum atau doa tolak bala oleh tokoh adat Kelurahan Mongkonai Barat Senin (15/5) Pukul 10.30 wita di Kantor Kelurahan Mongkonai Barat. 

Laporan  Wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU-Mata Ferdinand Singal terus memandangi wajah tokoh adat Kelurahan Mongkonai Barat yang sedang melaksanakan ritual itu itum atau doa tolak bala di kantor kelurahan, pada Senin (15/5/2017) Pukul 10.30 Wita.

Kepala bidang pemerintahan desa dan kelurahan dinas pemberdayaan masyarakat dan desa provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini juga disambut tarian adat tuitan.

Kedatangan ketua tim penilai evaluasi perkembangan desa kelurahan ini untuk melakukan penilaian lomba di Kelurahan Mongkonai Barat dan Desa Pontodon Timur.

Keduanya mewakili Kota Kotamobagu dalam lomba desa dan kelurahan ke tingkat provinsi Sulut.

Ferdinand Singal kepada Tribun Manado mengapresiasi prosesi penyambutan adat tersebut. "Ini yang kita harapkan, kearifan lokal agar tetap dijaga. Tidak semua lembaga adat punya pengaruh yang kuat. Ada cerita lembaga adat, namun praktek di lapangan tidak ada atau kurang," ujar dia.

Dia menilai Kelurahan Mongkonai Barat dan Desa Pontodon Timur sudah bagus.

"Sudah bagus. Namun, kita lihat dulu di kabupaten lain.
Saya senang disini itu, partisipasi dan pemberdayaan masyarakatnya baik," ungkap dia.

Sekretaris daerah (Sekda) Kota Kotamobagu Tahlis Gallang dalam sambutannya mengatakan Kelurahan Mongkonai Barat dan Desa Pontodon Timur terbaik berdasarkan seleksi.

"Tidak sia-sia dan tidak salah pemkot mengutus Mongkonai Barat dan Pontodon Timur. Penyambutan hingga presentasi itu luar biasa, menggunakan video merupakan terobosan besar," ujar dia.

Tahlis menambahkan, pemkot Kotamobagu sangat menghargai kedatangan tim sembilan penilai. Dia berharap utusan Kota Kotamobagu dapat menjadi perwakilan Sulut ke tingkat nasional.

"Disambut dengan itu itum atau doa tolak bala itu tidak sembarangan pak. Itu artinya kehadiran tim penilai begitu luar biasa," terangnya.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help