TribunManado/

OJK Awasi Aktivitas Pinjam Meminjam Uang Berbasis Digital di Sulut

OJK Sulutgomalut memantau perkembangan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) atau Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lendimg.

OJK Awasi Aktivitas Pinjam Meminjam Uang Berbasis Digital di Sulut
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Suasana aktivitas di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara terus melakukan monitoring perkembangan Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) atau Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending.

Pemantauan digelar agar jangan sampai ada masyarakat dirugikan akibat layanan tersebut."Kami terus melakukan monitoring terhadap perkembangam fintech," ujar Kepala OJK Sulutgomalut, Elyanus Pongsoda, kemarin.

Pongsoda menambahkan sejauh ini belum sampai ke tahap yang mengkhawatirkan sebagaimana di tingkat nasional. Meski pihaknya terus melakukan monitoring terhadap perkembangannya. Saat ini secara nasional jumlahnya sebanyak 160 perusahaan yang bergerak di fintech. "Untuk di Sulut sampai saat ini belum ada," ungkapnya.

Peraturan mengenai perusahaan tersebut tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 mengenai Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dengan harapan melalui regulasi ini, industri LPMUBTI atau Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending dapat bertumbuh dan bisa jadi alternatif sumber pembiayaan baru bagi masyarkat.

Aturan tersebut dikeluarkan karena pertumbuhan fintech begitu cepat sehingga perlu diantisipasi. Selain itu, sebagai upaya pencegahan pencucian uang dan stabilitas sistem keuangan.

Penyelenggara Fintech P2P Lending diharapkan dapat membuka akses dana pinjaman, baik dari luar negeri maupun dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi penyelenggara diharapkan menyiapkan teknologi seperti standar yang ditetapkan. Sebab penyelenggara juga mendapatkan komisi.

Ini sama seperti kredit ada suku bunga, ada agunan, bahkan belanja online itu juga bagian fintech. "Ini jadi alternatif pendanaan selain layanan konvensional yang tujuannya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi," katanya.(erv)

Penulis: Herviansyah
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help