TribunManado/

Tak Laksanakan RAT, Tujuh Koperasi di Boltim Terancam Tutup

Penutupan ketujuh koperasi ini, menyebabnya, sudah tak menjalankan fungsi utama koperasi yakni melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT).

Tak Laksanakan RAT, Tujuh Koperasi di Boltim Terancam Tutup
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi.

Damopolii, Koperasi Bermasalah Segera Melapor

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN- Tujuh koperasi di Kabupaten Bolaang Mongodow teracam ditutup.

Penutupan ketujuh koperasi ini, menyebabnya, sudah tak menjalankan fungsi utama koperasi yakni melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT).

"Pelaksanan RAT sangat perlu, karena maju mundurnya koperasi ada di dalam rapat tahunan tersebut. Sejauh ini tujuh koperasi tersebut tidak melaksanakan itu sejak berdiri," ujar Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UKM Djantra Damopolii, Jumat (12/5).

Kata dia, ke tujuh koperasi ini, langsung dipantau oleh Kementrian Koperasi. Jadi tiap bulan kami (dinas Koperasi dan UKM Boltim) membuat laporan mengenai keadaan koperasi baik produktif maupun tidak.

Selama kami melaporkan ke pusat, mereka menilai dan menyurat kembali agar memperhatikan ketujuh Koperasi yakni KUD Purnama (Molobog), KSU Idaman (Molobog), Koperasi Pariwisata Relly Center (Purwerejo), KPN Bulawan (cabang Diknas Modayang), KPN Bina Karya (cabang Diknas Kotabunan), Kopbun Arabusta sejati (Modayang) dan Kopbun Bukit hijau (Lanut).

Lanjutnya, ketujuh Koperasi ini sudah kami menyurat sejak Januari 2017.

Jadi kami menerima surat dari Pusat, karena mereka ingin mengetahui keberadaan tujuh koperasi . Apakah masih aktif atau tidak. Surat tersebut diteruskan ke pengurusnya agar segera melapor.

"Sejauh ini saya belum dapat laporan dari ketujuh koperasi," ujar Djantra Damopolii.

Ia menghimbau, kepada seluruh koperasi di Boltim, agar segera melapor. Karena apabila ditutup pengurusan ijinnya sangat sulit berbedah dengan waktu lalu. Ijin dikeluarkan dari kabupaten, tetapi saat ini dari pusat.

Sementara Kadis Disperindagkop dan UKM Akhmad Mulyadi mengatakan, memang ada sekitar 99 koperasi di Boltim yang terdaftar, tetapi hanya 21 aktif, sisanya tidak aktif, tanda awas dan zona peringatan awal.

"Karena saya dapat surat, semua koperasi yang sudah tidak aktif dibubarkan. Akan tetapi saya masih memberikan kelonggaran, dengan memberikan kesepatan untuk lapor ke Dinas ," ujar Akhmad Mulyadi.

Kata dia, kami akan berusaha, agar semua koperasi baik bergerak di bidang pariwisata, perikanan, Kehutanan, koperasi simpan pinjam, KUD dan lain bisa aktif lagi.

"Sebab jika semua aktif pasti akan membuka lapangan kerja serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," ujar dia lagi. (Ven).

Penulis: Vendi Lera
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help