TribunManado/

Manajer Koperasi Ditangkap Gelapkan Uang Tutup Utang

BK (42), warga Desa Tombasian Bawah, Kecamatan Kawangkoan Barat dikabarkan sempat hilang sejak Januari.

Manajer Koperasi Ditangkap Gelapkan Uang Tutup Utang
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat, Jumat (24/1/2014). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - BK (42), warga Desa Tombasian Bawah, Kecamatan Kawangkoan Barat dikabarkan sempat hilang pada 31 Januari 2017.

Teka-teki hilangnya dia kini terungkap. Manajer satu koperasi (KSL) itu ternyata tidak benar hilang. Dia diduga melarikan diri lantaran dugaan telah melakukan penggelapan uang koperasi.

Dia dibekuk oleh Unit III Sat Resekrim Polres Minahasa di Sentani, Papua. Dia dibawa ke Mapolres Minahasa oleh Bripka Vicky Katiandago, penyidik bersama dua orang anggota Unit III Lainnya, Sabtu (13/5) siang.
Sejak dikabarkan hilang, ternyata tersangka melarikan diri ke Toli-toli rumah saudaranya dan tinggal tak lama di sana.

Kemudian ia pergi ke Sentani dan tinggal di kos-kosan untuk mencari pekerjaan. Menurut informasi tersangka sudah akan interview, namun keburu dijemput oleh anggota Polres Minahasa.
Sat Reskim Polres Minahasa melakukan pengembangan setelah mendapat laporan dari masyarakat.

Pemeriksaan terhadap semua data anggota koperasi yang difiktifkan pun dilakukan. Termasuk polisi juga melakukan penyitaan terhadap bukti promis serta barang bukti lainnya, juga sudah dilakukan audit atas penggelapan dana yang dilakukan.

"Modusnya itu menhajukan promis fiktif atau pengajuan pinjaman kredit palsu dari nasabah, dan tersangka ini mengambil keuntungan dalam bentuk uang atau dana tunai," ujar AKP Edy Kusniadi, Kasat Reskrim Polres Minahasa, Minggu kemarin.

Ia menjelaskan, perbuatan tersebut dilakukannya pada Oktober 2016 dan hingga awal bulan Februari 2017. Tersangka telah menggelapkan dana atas promis fiktif sebesar Rp 174 juta. Jumlah tersebut didapatkan setelah tim audit internal pemilik saham melakukan pemeriksaan.

"Tersangka ini menggunakan dana tersebut sedikit demi sedikit sehingga menjadi banyak, dan berdasarkan informasi dana tersebut juga digunakan untuk menutupi utangnya," kata Kusniadi.

Tersangka saat ini ditahan di ruang tahanan Mapolres Minahas untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. "Tersangka aka dikenai pasal 374 jo Pasal 372 KUHP Pidana tentang penggelapan dana," ujar Kasat. *

KRONOLOGI
* BK (42), warga Desa Tombasian Bawah, Kecamatan Kawangkoan Barat dikabarkan sempat hilang pada 31 Januari 2017
* Tersangka melarikan diri ke Toli-toli rumah saudaranya dan tinggal tak lama di sana
* Kemudian ia pergi ke Sentani dan tinggal di kos-kosan untuk mencari pekerjaan
* Tersangka sudah akan interview, namun keburu dijemput oleh anggota Polres Minahasa

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help