TribunManado/

Fahri Hamzah Dievakuasi Pakai Mobil Patroli Polisi

Peristiwa terjadi didepan pintu gerbang masuk Kantor Gubernur Sulut dibilangan jalan 17 Agustus Manado pukul 14.55 wita.

Fahri Hamzah Dievakuasi Pakai Mobil Patroli Polisi
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Massa tolak Fahri Hamzah terlibat aksi saling dorong dengan polisi di depan kantor Gubernur Sulut. Massa lakukan aksi lempar batu, dibalas tembakan peringatan dan gas air mata 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Aksi menolak kedatangan wakil ketua DPR RI korkesra Fahri Hamzah berujung ricuh, Sabtu (13/5). 

Peristiwa terjadi didepan pintu gerbang masuk Kantor Gubernur Sulut dibilangan jalan 17 Agustus Manado pukul 14.55 wita.

Massa dari bandara Sam Ratulangi Manado berhasil mencium keberadaan FH yang lolos dari hadangan massa melalui pintu samping Bandara seperti terlihat di foto beredar di Facebook.

"Kami sudah lapar, kami hanya ingin bertemu Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk tanyakan kenapa mau jemput Fahri," teriak seorang demonstran menggunakan megaphone.

Keinginan massa bisa ditenangkan petugas Polisi hampir sejam. Kemudian datang massa dalam jumlah lebih banyak lagi, tak pelak membakar semangat massa yang duluan tiba. Awal kericuhan terjadi saat massa bersama rombongan kabasaran tiba di TKP.

 "Ini aksi damai kami hanya ingin berdialog dengan pak Gubernur Olly dan Fahri Hamzah wakil ketua DPR RI," koar Tommy Sampelan saat berorasi.

Ditengah orasi inilah sejumlah orang tergabung dalam Tarian Kabasaran beratraksi. Sambil mengarahkan tariannya ke petugas yang telah membentuk barikade, semangat massa untuk masuk makin tinggi.

Aksi dorong pun tak terbendung massa berhasil masuk, petugas kerahkan water cannon pukul mundur massa. Tiba-tiba lemparan batu dari kerumunan massa menghujam kerumunan petugas sehingga petugas harus keluarkan tembakan peringatan dan tembakan gas air mata berhasil pukul mundur massa.

Sebagain massa lolos ke halamam kantor gubernur memilih bertahan.

"Jangan ada aksi lempar batu karena memalukan warga adat di tanah minahasa.Kita harus masuk bertemua mereka tanpa anarkis," lagi teriak Tommy Sampelan. Beruntung kericuhan massa dan petugas tak berlangsung lama upaya petugas dan sejumlah koordinator lapangan berhasil meredam situasi.

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help