TribunManado/

Petani Mengeluh Harga Kopra Mulai Anjlok

Harga kopra di Kabupatan Minahasa Selatan kembali turun, Jumat (12/5). Sejumlah petani kecewa dengan turunnya.

Petani Mengeluh Harga Kopra Mulai Anjlok
TRIBUN MANADO/FRANSISKA NOEL
Ilustrasi. Aktivitas pengolahan kelapa menjadi kopra di kelurahan Dua Sudara, Bitung. Harga kopra yang terus anjlok dikeluhkan oleh para petani di daerah tersebut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Harga kopra di Kabupatan Minahasa Selatan kembali turun, Jumat (12/5). Sejumlah petani kecewa dengan turunnya harga komoditas ini.

Seperti yang dikatakan John Mondoringin, petani kopra yang ditemui saat hendak membawa kelapa dengan menggunakan roda sapi. Dia mengatakan harga kopra sekarang turun Rp 500.

"Dulu harga kopra per kilogram Rp 11.000 sekarang turun Rp 500. Padahal harga kebutuhan semakin tinggi. Tapi harga semakin turun. Memang akhir-akhir ini tidak stabil dan lebih cenderung turun," katanya.

Petani yang biasa menjual kopra sebanyak 2 ton per tiga bulan ini mengaku untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan penghasilan lebih dari Rp 2 juta untuk tiga bulan sangatlah tidak cukup.

"Saya terpaksa bekerja tambahan (lembur) dengan mengangkut kopra di kebun lain. Agar kebutuhan tercukupi," kata pria yang memiliki satu orang anak ini.

Dia berharap ada perhatian dari pemerintah terutama dinas terkait. Karena dia tidak ingin harga kopra turun terus dan setidaknya bisa stabil kembali.

Hal yang sama disampaikan oleh David Ponumbol. Dia menambahkan kondisi ini diperparah dengan dampak musim kemarau beberapa bulan yang lalu.

"Hasilnya juga sedikit karena musim kemarau. Harga yang pas sebenarnya itu Rp 11.000 per kilo. Jika kurang maka tidak cukup untuk membiayai kebutuhan per bulan," ujarnya.
Dia berharap agar dinas terkait melalu Dinas Pertanian dan Perkebunan segera turun tangan. *

STORY HIGHLIGHTS
* Dulu harga kopra per kilogram Rp 11.000 sekarang turun Rp 500. Padahal harga kebutuhan semakin tinggi
* Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan penghasilan lebih dari Rp 2 juta untuk tiga bulan sangatlah tidak cukup

Penulis: Fionalois Watania
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help