TribunManado/

2015, Ratusan Orang Rela Mendaki Bukit Demi Air Terjun Tunan, Sekarang Kondisinya Memiriskan

Air Terjun Tunan menghasilkan retribusi bersih bagi desa hingga Rp 12 juta di tahun 2015. Itu pun baru dari pendapatan parkir saja.

2015, Ratusan Orang Rela Mendaki Bukit Demi Air Terjun Tunan, Sekarang Kondisinya Memiriskan
TRIBUN MANADO
Air terjun Tunan, Minahasa Utara. 

Laporan wartawan Tribun Manado Ferdinand Ranti

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Air Terjun Tunan yang terletak di Desa Talawaan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sempat menjadi primadona.

Setiap hari, ratusan pengunjung rela berjalan kaki mendaki bukit untuk menyaksikan keindahan air terjun ini

Tapi, itu dua tahun lalu. Saat ini, jumlah pengunjung jauh menurun. Air Terjun Tunan menghasilkan retribusi bersih bagi desa hingga Rp12 juta di tahun 2015. Itu pun baru dari pendapatan parkir saja.

"Sekarang sudah sangat turun. Sekarang, penjaga lokasi yang ambil retribusi dan tidak disetor lagi karena sangat minim.

"Yang penting bagi kami lokasinya aman, bersih," kata Hukum Tua Talawaan Christian Umboh.

Namun demikian, Christian mengatakan, pihaknya tidak patah arang. Bersama masyarakat, pemerintah desa berencana untuk mengembangkan objek wisata itu.

"Kami sudah menyelesaikan masterplan kawasan wisata alam Tunan Talawaan dan juga proposal pengembangan objek wisata air terjun Tunan Talawaan.

"Kami berharap bisa mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata," kata Christian menambahkan.

Satu di antara kendala pengembangan Air Terjun Tunan adalah jalan utama menuju lokasi air terjun rusak parah, jumlah pengunjung menurun drastis.

Kerusakan jalan utama terjadi sepanjang kurang kebih 400 meter sebelum lokasi parkir objek wisata.

Selain upaya penggalangan dana di Kementerian Pariwisata RI, Umboh berharap agar ada anggaran untuk perbaikan jalan melalui dana RAPBD 2017 Pemkab Minut.

"Semoga dapat terealisasi sehingga makin banyak wisatawan yang datang ke wisata air terjun Tunan Talawaan," kata dia. (*)

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Edi_Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help