TribunManado/

Warga Gogagoman Kotamobagu Barat Ini Keluhkan E-Tilang Karena Alasan Ini

Seorang warga kelurahan Gogagoman Kotamobagu Barat mengeluhkan proses penebusan tilang elektronik.

Warga Gogagoman Kotamobagu Barat Ini Keluhkan E-Tilang Karena Alasan Ini
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Para pelanggar lalu lintas mengecek surat kelengkapan berkendara yang disita polantas di Kantor Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Jumat (12/5) pukul 10.00 wita. 

Laporan wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU -  Sarifudin Abdullah (35) warga Kelurahan Gogagoman Kotamobagu Barat mengaku lelah dengan pengurusan penebusan surat berkendara yang disita polisi dengan e-tilang karena melanggar lalu lintas.

Jumat (12/5) pukul 10.00 wita kepada Tribun Manado saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, ia mengeluhkan proses penebusan yang menurutnya sangat menyulitkan.

"Sudah sejak pukul 09.00 wita saya disini. Saya disuruh bolak balik.  Saya tanya di Kantor Sat Lantas. Katanya ke Pengadilan. Dari pengadilan katanya ke Kejaksaan. Dari kejaksaan katanya ke Bank untuk minta nomor biling kemudian ke Sat Lantas. Di Sat Lantas disuruh ke Kejaksaan ulang. Di Kejaksaan katanya minta lagi ke Sat Lantas," ujar Sarifudin.

Ia kemudian berharap agar masyarakat tidak dipersulit.

"Saya harap agar dimudahkan. Kasian saya orang susah hanya bawa bentor milik orang. Saya bawa bentor untuk menyetor. Karena disulitkan seperti ini waktu terbuang percuma," ungkap dia.

Ajar Prihanardi (48) warga lainnya asal Kelurahan Molinow juga mengeluhkan hal yang sama.

"Saya sudah sejak pukul 08.00 wita melakukan pengurusan pengambilan STNK. Sampai pukul 10.00 wita belum selesai," ujar penyalur air minum ini.

Kasat Lantas Polres Bolmong AKP Arke Parasan mengatakan bahwa Sat Lantas tugasnya melaksanakan penindakan bagi pelanggar lalu lintas.

"Kita tilang sesuai pelanggarannya. Tetapkan tanggal sidang. Dan nanti pelanggar silakan ke pengadilan. Memang mengenai e-tilang ini masih banyak yang belum tau. Tapi kami akan tetap berusaha mensosialisasikannya terus, Agar akan lebih banyak masyarakat tahu," kata Parasan.

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli Ipda Donald Siswanto Ngalimin SE menambahkan sebenarnya sangat mudah untuk melakukan penebusan.

"Pelanggar harus melakukan pembayaran ke Bank. Kemudian pelanggar mengikuti sidang. Pada hasil sidang akan ada jumlah denda yang harus dibayarkan. Kami memasang jumlah denda maksimal. Jika dibawah dari yang telah dibayarkan tentu ada pengembalian," ujarnya

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Rine_Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help