TribunManado/

Multi Sektor Perlu Tunjang Ekspor Melalui Kapal RoRo

Jika mengandalkan sektor perikanan, Sulawesi Utara bakal sulit mencukupi ekspor bahan 400 kontainer ke Filipina.

Multi Sektor Perlu Tunjang Ekspor Melalui Kapal RoRo
Ilustrasi Kapal Roro 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG -Jika mengandalkan sektor perikanan, Sulawesi Utara bakal sulit mencukupi ekspor bahan 400 kontainer ke Filipina menggunakan kapal RoRo rute Bitung (Indonesia)-Davao-General Santos (Filipina).

Pasalnya, produksi perikanan di Kota Bitung saja turun drastis. Kondisi itu diakui Wakil Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri kepada rombongan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) RI, Selasa lalu.

"Penurunan produksi (ikan) akan berdampak jalur perdagangan baru antara Indonesia dan Filipina," kata dia.
Menurut Maurits, kapal RoRo membutuhkan suplai produk perikanan sebanyak 400 kontainer per dua minggu.
Sementara, dari tujuh perusahaan pengalengan ikan di Bitung, beberapa di antaranya sudah tutup, dan lainnya sudah berhenti beroperasi.

Mantiri meminta pemerintah memberi kebijakan khusus untuk perikanan Bitung.
"Ini juga untuk menunjang rute baru tersebut," beber dia.
Kadis Perdagangan dan Perindustrian Bitung, Benny Lontoh membeber, sudah ada tiga perusahaan ikan kaleng yang memastikan bakal mengekspor ikan kaleng ke Filipina.

Kendati demikian, Lontoh menyebut, jumlah tersebut masih kurang. "Masih banyak lagi perusahaan ikan, namun tengah terbelit masalah produksi," kata dia.
Basmi Said dari Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia mengatakan, industri perikanan di Bitung tengah berada di sakratul maut.

Sebutnya, empat perusahaan ikan kaleng segera dilego. "Tiga sisanya megap-megap," kata dia, Kamis (11/5).
Menurut Said, pembukaan rute kapal RoRo tak menyelesaikan masalah perikanan di Bitung.
Dikatakannya, persoalan perikanan di Bitung adalah kurangnya bahan baku. "Untuk pasar, ikan kaleng di Bitung laku di Amerika serta Eropa," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Sulut akan ekspor beberapa komuditas unggulan seperti kopra dan jagung selain ikan ke Filipina menggunakan kapal RoRo yang pengoperasiannya diresmikan Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada 30 April lalu. *

STORY HIGHLIGHTS
* Penurunan produksi (ikan) akan berdampak jalur perdagangan baru antara Indonesia dan Filipina
* Dari tujuh perusahaan pengalengan ikan di Bitung, beberapa di antaranya sudah tutup, dan lainnya sudah berhenti beroperasi

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help