TribunManado/

Beginilah Keadaan Setiap Hari Perpustakaan Daerah Sulawesi Utara

Tiba dan menunggu di gedung Perpustakaan Daerah Sulawesi Utara, Tribun Manado hampir tidak menemukan pengunjung sampai di setiap sudut ruangan besar.

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-Tiba dan menunggu di gedung Perpustakaan Daerah Sulawesi Utara, Tribun Manado hampir tidak menemukan pengunjung sampai di setiap sudut ruangan besar di dalamnya. 

Di sana sini hanya tampak para Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan staf memakai baju putih berbincang-bincang di beberapa tempat.

Kemarin, Rabu (10/5) mulai pukul 11.00 sampai 12.30 itu, memang termasuk waktu sepi bagi kunjungan para pembaca buku.

Kesepian itu bukan hanya terjadi kemarin. Hampir tiap hari, pengunjung hanya berjumlah satuan, belasan dan yang paling banyak rata-rata berjumlah 30 pengunjung untuk bilangan puluhan.

Tanpa banyak diketahui orang, perpustakaan itu pernah mencapai puncak kejayaan pada tahun 90-an sampai 2000-an awal.

Emma Supit, seorang pustakawan senior mengatakan jumlah pengunjung saat itu mencapai ratusan. Hampir semua kursi terisi.

Emma mengatakan dahulu buku dianggap barang langka. Victor Mailangkay (tokoh politik Sulut) saat masih muda sering berkunjung ke perpustakaan itu.

Kondisi itu berubah saat media sosial (medsos) seperti Facebook dan lain-lain mulai merajai. Kekosongan mulai terjadi dan ruangan khusus anak-anak sudah tidak dipakai lagi.

"Kami pernah membuat lomba bercerita," tambah Deetje, pustakawan yang lain.

Meiva Fransiska , seorang siswa SMA mengaku belum pernah mengunjungi perpustakaan daerah. Ia hanya suka mengunjungi toko buku Gramedia karena lebih nyaman dan lebih dekat sekolah. Ia lebih suka mencari bahan pelajaran di internet.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help