TribunManado/

Info Saham BEI

SMF Salurkan Dana Pasar Modal ke Sektor Properti

Dana-dana tax amnesty juga berpotensi untuk diinvestasikan ke instrumen EBA. Awal Mei ini, SMF menerbitkan EBA SP SMF 03 sebesar Rp1 triliun.

SMF Salurkan Dana Pasar Modal ke Sektor Properti
NET
yuk nabung saham 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kebutuhan dana untuk pembangunan perumahan ikut dikontribusi pelaku pasar modal sejak SMF (Secondary Mortgage Facility) berdiri di Tanah Air. SMF merupakan suatu perusahaan yang dibentuk untuk membeli suatu kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank kreditur yang kemudian tagihan ini dikemas dalam suatu efek utang yang dijual kepada investor.

 Di pasar modal Indonesia, SMF didirikan dengan nama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Sementara produk yang diterbitkan SMF dan diperjualbelikan kepada investor disebut Efek Beragun Aset (EBA). Investor institusi seperti dana pensiun, asuransi serta manajer investasi dan investor individu bisa menjadikan EBA sebagai alternatif investasi.

 Dana-dana tax amnesty juga berpotensi untuk diinvestasikan ke instrumen EBA. Awal Mei ini, SMF menerbitkan EBA SP SMF 03 sebesar Rp1 triliun, dan obligasi.

 Dana penerbitan EBA ini, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, sangat besar potensinya untuk ikut membiayai pembangunan rumah melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan jangka waktu yang lebih panjang sehingga memudahkan masyarakat saat mencicil rumah.

 Menurutnya, peranan untuk menciptakan jembatan dan (memanfaatkan skema) di pasar sekunder lewat EBA sangat penting. Dengan dicatatkan di BEI, EBA yang dimiliki investor bisa diperjualbelikan secara likuid. SMF telah mengalirkan dana dari pasar modal ke Pernyalur KPR sampai dengan 31 Desember 2016 kumulatif mencapai Rp27,4 triliun."Penyaluran ini terdiri dari penyaluran pinjaman sebesar Rp20,2 triliun, dan sekuritisasi aset sebesar Rp7,2 triliun," ujar Dirut SMF Ananta Wiyogo.

 Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat 12 seri obligasi SMF yang saat ini tercatat di BEI dengan total nilai tercatat sebesar Rp6,2 triliun dan memiliki tingkat kupon obligasi yang berkisar antara 7,5%-10%. Saat ini Obligasi SMF tersebut mendapatkan hasil pemeringkatan AAA dari Pefindo. Rating tersebut mencerminkan kemampuan untuk membayar kewajiban secara tepat waktu yang sangat baik. 

 Selain itu juga terdapat efek hasil sekuritisasi aset berupa EBA-SP yang diterbitkan oleh SMF. Saat ini terdapat 7 seri EBA-SP yang diterbitkan SMF dan tercatat di BEI dengan total nilai tercatat sebesar Rp2,28 triliun. SMF juga terlibat dalam penerbitan efek hasil sekuritisasi aset berupa EBA-KIK diantaranya sebagai penata sekuritisasi. Saat ini terdapat 5 seri EBA-KIK yang tercatat di BEI dengan total nilai tercatat sebesar Rp1,24 triliun. Seluruh efek hasil sekuritisasi (EBA-SP dan EBA-KIK) mendapatkan hasil pemeringkatan AAA dari Pefindo. SMF baru saja melakukan penerbitan efek hasil sekuritisasi berupa EBA-SP yaitu EBA –SP SMF 03 yang terbit pada awal Mei 2017.

 Lembaga SMF juga  dikenal dan digunakan di beberapa negara Asia, antara lain Cagamas Berhad (Malaysia), Korea Mortgage Corporation (Korea) dan Hong Kong Mortgage Corporation (Hongkong). Ketiga perusahaan tersebut telah berhasil memberikan kontribusi dalam peningkatan daya beli perumahan dengan menciptakan pasar sekunder pembiayaan perumahan di negara masing-masing dengan memperpanjang jangka waktu kredit serta ketersediaan dana kredit.

 Di Indonesia selama ini penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) seringkali menjadi kendala bagi perbankan. KPR adalah suatu bentuk kredit jangka panjang yang masa jatuh tempo pembayarannya antara 10 tahun hingga 30 tahun, sedangkan di lain sisi sumber dana yang digunakan oleh bank dalam pembiayaan KPR adalah dana jangka pendek seperti tabungan, deposito, dan giro. Akibat ketidakseimbangan struktur ini maka bank enggan membiayai KPR. Kehadiran SMF menjembatani masalah ini. (TIM BEI)

Editor: Ribut_Raharja
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help